Banjir Padang Meluas, Mensos Pastikan Dua Fase Bantuan Korban

Foto kondisi banjir di Kota Padang, Sumatera Barat. (Tangkapan layar IG: relawan.nusantara) 

Banjir akibat cuaca ekstrem melumpuhkan sebagian Kota Padang dan memaksa ratusan warga mengungsi. Pemerintah merespons cepat dengan pengerahan tim SAR gabungan serta skema bantuan dua fase.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan banjir masih merendam sejumlah permukiman di Padang, Sumatera Barat, hingga Ahad, 11 Oktober 2026. Hujan berintensitas tinggi sejak Sabtu menjadi pemicu utama bencana di tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

Pendataan sementara mencatat genangan air berdampak langsung terhadap 225 kepala keluarga atau 498 jiwa. Sementara itu, total pengungsi dilaporkan melonjak hingga 672 orang yang mayoritasnya terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Kuranji.

“Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas,” kata Berton dalam keterangan resminya.

Bacaan Lainnya

Evakuasi dan Pengamanan Gabungan

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 238 jiwa dari titik rawan ke lokasi yang lebih aman. Para pengungsi kini terdistribusi di Lapau Munggu (367 jiwa), Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah (250 jiwa), dan Warung Jembatan Guo (55 jiwa).

Polda Sumatera Barat juga mengerahkan ratusan personel gabungan dari unsur Brimob, Samapta, dan Polairud untuk menyisir kawasan krusial seperti Perumahan Lumin Park dan Sungai Lareh. Seluruh proses evakuasi dipastikan berjalan aman tanpa laporan korban jiwa.

Selain itu, pihak kepolisian menyiagakan 250 personel khusus yang berpatroli di wilayah terdampak. Pasukan ini bertugas mengamankan rumah-rumah warga yang terpaksa ditinggal kosong selama masa pengungsian.

Distribusi Kebutuhan Dasar

Pemerintah pusat dan daerah telah mendistribusikan kebutuhan dasar bagi warga di Koto Tangah dan Kuranji. Bantuan tersebut mencakup 500 bungkus nasi, 100 selimut, 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 perlengkapan keluarga, dan 30 unit kasur.

Perhatian ekstra diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak melalui pembagian 16 paket pakaian ganti. Posko kesehatan juga didirikan untuk menangani potensi penyakit pascabanjir.

Dua Fase Bantuan Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan penyaluran bantuan dilakukan dalam dua fase sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Fase pertama berfokus pada masa darurat melalui pengerahan logistik, tenda, matras, serta operasional dapur umum.

Pada fase kedua, pemerintah menyiapkan skema pemulihan berupa santunan kematian, bantuan renovasi rumah, hingga isi perabot. Warga terdampak juga akan menerima dana jaminan hidup senilai Rp15 ribu per individu setiap hari selama tiga bulan.

“Di setiap bencana, kami selalu hadir sesuai dengan program yang kami miliki dan bekerja sama dengan lembaga lain. Kami di bawah koordinasi BNPB. Biasanya juga kami bekerja sama dengan perbankan dan PT Pos dalam penyalurannya,” ujar Saifullah.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan