Hal ini karena banyak pedagang yang bisa pengucapan namun tidak tahu cara penulisannya. “Setelah kita pelajari pengucapannya terus kita pelajari tulisannya untuk bahasa-bahasa dasar seperti apa kabar dan sebagainya,” kata Baiq Mahnep dikutip dari Lombok Pos, Rabu (10/1/2024).
Karena sudah sering berinteraksi dan puluhan tahun berjualan maka dia hafal asal negara bule itu hanya dengan melihat sekilas wajahnya. Mahnep pernah kuliah Pendidikan Bahasa Inggris di IKIP Mataram namun tidak selesai. Mahnep menikah tahun 2015 dan dikaruniai satu orang anak meskipun rumah tangganya harus kandas pada tahun 2017.
“Di Kawasan Kuta Mandalika ini cuma saya yang bisa 8 bahasa. Mungkin kalau yang dari luar Kuta ada,” sebut Baiq Mahnep. Meskipun rata-rata pedagang asongan di Kawasan Mandalika mahir berbahasa Inggris, namun ia satu-satunya yang menguasai delapan bahasa. “Setiap bule lihat saya dia pasti akan tertarik membeli kepada saya daripada teman-teman saya,” imbuh Mahnep.
Adapun daftar bahasa yang ia kuasai adalah bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Perancis, Jerman, Belanda, Rusia, dan Jepang. “Semua bahasa ini saya tidak cari dimana-mana. Tidak cari di Facebook atau buku. Saya belajar langsung dengan bule karena banyak customer yang dari Italia, Spanyol Perancis dan sebagainya,” tukasnya.
___FOTO:IST
