Awas, Ginjal Bisa Rusak di Usia Muda Gara-gara Kebiasaan Sepele

Ilustrasi | Samudrafakta
Banyak orang muda merasa tubuh mereka kuat dan sehat. Tapi di balik itu, ada bahaya yang sering tak disadari. Kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-hari bisa merusak ginjal secara perlahan.

__________

Kementerian Kesehatan RI mencatat peningkatan kasus gagal ginjal kronis pada usia muda. Penyebabnya bukan penyakit bawaan. Melainkan gaya hidup instan yang tak sehat.

Jarang minum air putih. Sering minum manis atau soda. Terlalu sering makan asin. Sampai menahan buang air kecil. Semua itu kelihatan sepele. Tapi bisa membuat ginjal bekerja terlalu keras.

Bacaan Lainnya

Data BPJS Kesehatan tahun 2022 menyebutkan, dari 185 ribu pasien cuci darah, 25 persennya berusia di bawah 50 tahun. Bahkan, dalam lima tahun terakhir, kasus pada usia 20–40 tahun terus meningkat.

Ginjal rusak bukan hanya masalah lansia. Anak muda pun bisa mengalaminya. Terutama jika terus-menerus menjalani pola hidup yang keliru.

Kerusakan ginjal sering terjadi diam-diam. Tanpa gejala di awal. Tahu-tahu sudah parah dan butuh cuci darah.

Berikut beberapa kebiasaan yang tampak ringan, tapi bisa jadi bencana bagi ginjal:

1. Jarang Minum Air Putih
Minum kurang dari 1,5 liter per hari bisa bikin ginjal kerja keras menyaring racun. Lama-lama, ginjal rusak. Biasakan minum minimal 8 gelas air putih setiap hari.

2. Sering Makan Asin
Keripik, mi instan, dan fast food tinggi garam. Konsumsi berlebih bisa sebabkan tekanan darah tinggi. Hipertensi ini salah satu penyebab utama gagal ginjal. Batas aman konsumsi garam menurut WHO: 5 gram per hari.

3. Minum Manis dan Soda Berlebihan
Gula tinggi bisa picu diabetes tipe 2. Diabetes ini perlahan merusak ginjal. Soda juga mengandung fosfat yang membebani ginjal. Menurut CDC, penderita diabetes lebih rentan terkena penyakit ginjal kronis.

4. Sembarangan Minum Obat
Obat nyeri seperti ibuprofen (NSAID) bisa merusak ginjal jika dikonsumsi terus-menerus tanpa pengawasan. Gunakan obat sesuai resep dan anjuran medis.

5. Menahan Buang Air Kecil
Sering menahan pipis bisa sebabkan infeksi saluran kemih. Jika infeksi naik ke ginjal, bisa jadi pielonefritis, infeksi serius yang merusak ginjal.

6. Kurang Tidur dan Gaya Hidup Buruk
Tidur kurang dari 6 jam per malam bisa menurunkan fungsi ginjal. Begitu pula kebiasaan begadang, merokok, dan konsumsi alkohol.


Gagal ginjal dikenal sebagai “silent killer”. Datang diam-diam, baru terasa saat sudah parah. Banyak orang tak sadar sampai harus cuci darah.

Padahal, tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal. Tapi sering diabaikan. Gejala awal seperti wajah bengkak, lelah terus-menerus, dan sering buang air kecil malam hari patut dicurigai.

Ciri-ciri awal yang patut diwaspadai:

  • Bengkak di kaki atau wajah
  • Sering buang air kecil malam hari
  • Urin berbusa atau berubah warna
  • Tubuh lemas dan sulit fokus
  • Nafsu makan turun, mual, atau muntah

Jika merasakan salah satu gejala itu, jangan ditunda. Segera periksa ke dokter. Deteksi dini bisa menyelamatkan fungsi ginjal sebelum terlambat.


Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Apalagi untuk penyakit kronis seperti gagal ginjal yang tak bisa pulih total.

Kabar baiknya, mencegah itu tidak sulit. Mulai saja dari hal-hal sederhana:

  • Perbanyak minum air putih
  • Batasi garam dan gula
  • Hindari rokok dan alkohol
  • Rutin olahraga
  • Cek tekanan darah dan gula darah secara berkala
  • Jangan sembarangan minum obat

Jaga ginjal sejak sekarang. Karena kalau sudah rusak, tak bisa kembali normal. Mulailah dari kebiasaan kecil hari ini. Karena sehat adalah tabungan masa depan. ***

Pos terkait