Atasi Persoalan Kota dengan Merangkul Orang-orang Baik

“Karena saya ingin ketika ada perusahaan, maka perusahaan itu bermanfaat untuk warga sekitarnya. Dan selagi saya menjabat Wali Kota Surabaya, maka kekuatan kebersamaan dan kekuatan kekeluargaan itulah yang kita bangun. Sekali lagi matur nuwun (terima kasih) Terminal Petikemas,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Wahyu Widodo mengaku bersyukur karena program percepatan eliminasi balita stunting sudah terlihat hasilnya meski belum tiga bulan berjalan.

Alhamdulillah belum 3 bulan, sudah ada yang lulus 4 anak. Apa yang kami lakukan ini bukan karena kita hebat, tapi karena Allah memberikan kemudahan sehingga kita bisa bersama-sama berkolaborasi,” kata Wahyu Widodo.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Wahyu juga memastikan bahwa program percepatan eliminasi balita stunting tersebut inline dengan kebijakan CSR (corporate social responsibility) PT Pelindo. Bagaimana perusahaan tidak hanya sebatas pada tujuan profit, tetapi juga pembinaan terhadap manusianya.

“Selain program terkait pemberdayaan, kami juga ada program terkait lingkungan,” ujarnya.

Sementara dalam laporannya, Camat Krembangan Kota Surabaya, Harun Ismail menyampaikan, bahwa terdapat 21 perusahaan di wilayahnya yang turut berpartisipasi dalam program percepatan eliminasi balita stunting. Dari jumlah perusahaan yang berpartisipasi tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp524 juta.

“Alhamdulillah ada yang dalam bentuk uang tunai yang disetorkan ke Bangga Surabaya Peduli. Kemudian ada yang dalam bentuk permakanan, vitamin, susu maupun yang paling lengkap ini bantuan dari TPS dalam bentuk program,” kata Harun Ismail.

Menurut Harun, dari total 21 perusahaan yang terlibat, PT Terminal Petikemas Surabaya merupakan donatur terbesar dalam program percepatan eliminasi balita stunting di wilayah Kecamatan Krembangan. Dimana total donasi bantuan yang disalurkan TPS mencapai Rp125,7 juta.

“Ini semakin lengkap, karena Terminal Petikemas Surabaya tidak hanya memberikan uang, tapi kemudian program dimana setiap bulan dilakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap balita stunting. Jadi ini menurut saya pola yang luar biasa,” katanya.

Pos terkait