Utusan AS dan Iran Bertemu di Swiss, Gencatan Senjata Lebanon Buka Jalan Negosiasi Permanen

Infografik
Ilustrasi kronologis perdamaian AS-Iran. ---AI

Pejabat Israel menegaskan negaranya akan tetap mempertahankan pasukan di Lebanon selatan meski gencatan senjata telah diberlakukan.

“Jika Hizbullah tidak menyerang kami, maka bagi kami ini bukan masa perang,” kata pejabat tersebut.

Konflik di Lebanon menjadi salah satu isu penting dalam negosiasi AS-Iran karena penghentian pertempuran merupakan syarat utama menuju kesepakatan yang lebih komprehensif.

Bacaan Lainnya

Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Araqchi menegaskan Amerika Serikat bertanggung jawab memastikan seluruh komitmen dalam kesepakatan dijalankan, termasuk penghentian konflik di Lebanon.

Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk serangan Israel terbaru, namun menegaskan insiden tersebut tidak akan menghambat upaya mencapai gencatan senjata yang lebih luas.

Departemen Luar Negeri AS juga mengungkapkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah berbicara dengan Presiden Aoun. Keduanya membahas perlunya pelucutan senjata Hizbullah dan rencana perundingan lanjutan antara Israel dan Lebanon di Washington pada 23–25 Juni mendatang.

MoU AS-Iran mencakup sejumlah poin penting, antara lain penghentian operasi militer di berbagai front konflik, keringanan sanksi ekonomi terhadap Iran, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta dukungan pendanaan rekonstruksi pascaperang.

Presiden Donald Trump kembali membela kesepakatan tersebut di tengah kritik dari sejumlah anggota Partai Republik yang menilai Washington memberikan terlalu banyak konsesi kepada Teheran.

“Perang ini telah melemahkan Iran. Kita akan melanjutkan proses ini selama 60 hari,” tulis Trump melalui media sosialnya pada Jumat.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan