AS Blokade Pintu Selat Hormuz, Iran Surati PBB Sebut Langgar Kedaulatan Negara

Peta Selat Hormuz. Angkatan Laut AS memulai operasi blokade Selat Hormuz dari Teluk Oman dan Persia - Tangkapan Layar CNN
Kapal Sanksi Tembus Blokade

Namun di lapangan, ketegangan langsung meningkat. Iran merespons dengan ancaman terhadap seluruh pelabuhan di Teluk Persia dan Teluk Oman, termasuk yang berada di negara sekutu AS.

Data pelacakan kapal dari MarineTraffic menunjukkan setidaknya dua kapal tanker yang mendekati Selat Hormuz berbalik arah segera setelah blokade diberlakukan.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris menyebut blokade tersebut mencakup “seluruh garis pantai Iran, termasuk pelabuhan dan infrastruktur energi.” Meski demikian, pelayaran menuju atau dari wilayah non-Iran dilaporkan masih bisa berlangsung, walau dengan kehadiran militer yang meningkat.

Bacaan Lainnya

Di tengah situasi tersebut, kantor berita Reuters melaporkan bahwa sebuah kapal tanker Tiongkok yang dikenai sanksi oleh Washington berhasil melewati Selat Hormuz meskipun ada blokade AS di jalur strategis tersebut. Al Jazeera  melaporkan hal itu dengan mengutip data dari perusahaan pelacakan pelayaran LSEG, MarineTraffic, dan Kpler.

Kapal tanker yang diidentifikasi bernama Rich Starry disebut menjadi kapal pertama yang berhasil keluar dari Teluk sejak blokade diberlakukan. Kapal tersebut, bersama pemiliknya Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd, sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena terkait perdagangan dengan Iran.

Data pelayaran menunjukkan bahwa kapal tersebut memuat kargo dari pelabuhan Hamriyah, Uni Emirat Arab, sebelum melintasi Selat Hormuz.

Reuters juga melaporkan bahwa kapal tanker lain yang turut dikenai sanksi AS, Murlikishan, saat ini sedang menuju selat dan diperkirakan akan memuat minyak mentah di Irak pada 16 April. Kapal yang sebelumnya dikenal sebagai MKA itu diketahui pernah mengangkut minyak dari Rusia dan Iran.***

Pos terkait