Tuntutan utama mereka jelas: “Kita serukan agar MPR dikembalikan sebagai lembaga tertinggi pemegang kedaulatan rakyat!”
Mereka juga meluruskan garis waktu sejarah. “17 Agustus adalah kemerdekaan bangsa. 18 Agustus adalah lahirnya NKRI!”
Malam itu, Blitar telah menuntaskan tugasnya. Namun, bagi Wima dan Kushartono, api telah dinyalakan di bawah hujan. Ini baru permulaan.
“Gerakan ini tidak berhenti di Blitar,” tegas Kushartono, sang penjaga sejarah Bung Karno, setelah deklarasi usai. “Dari sini, kami akan bergerak ke Kediri, lalu Tulungagung, sebelum meluas ke seluruh Indonesia”.***

