“Indonesia adalah contoh yang hebat, karena telah mengadopsi vaksin baru seperti rotavirus untuk diare, pneumokokus untuk pneumonia, dan sekarang vaksin HPV mulai diluncurkan,” ujar Gates, dalam sambutannya di Istana Merdeka.
Ia menilai keberhasilan Indonesia memperluas program vaksinasi menunjukkan komitmen yang kuat untuk melindungi generasi muda dari penyakit yang dapat dicegah.
Gates, secara khusus, memuji peran aktif Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang duduk di Dewan Aliansi Vaksin GAVI, sehingga kemitraan Indonesia dengan organisasi global seperti GAVI semakin erat.
Menurut Gates, kolaborasi semacam ini berkontribusi pada penurunan angka kematian anak di bawah 5 tahun secara global. Ia menyebut, saat Gates Foundation berdiri tahun 2000, sekitar 10 juta balita meninggal tiap tahun akibat penyakit seperti diare, pneumonia, malaria, dan lainnya. Dan berkat kemajuan vaksin dan distribusinya, angka tersebut kini turun lebih dari setengah menjadi di bawah 5 juta per tahun.
“Angka itu masih terlalu besar, tapi saya optimistis kemajuan ini bisa terus ditingkatkan melalui inovasi teknologi dan kemitraan internasional,” kata Gates penuh harap.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan terima kasih atas dukungan Gates Foundation dalam pengembangan produksi vaksin polio di Bio Farma yang bernilai Rp2,6 triliun—yang dianggap telah “menyelamatkan” banyak nyawa di Indonesia.
- Gizi dan Pangan
Pemerintah juga menyebut Bill Gates tertarik pada Isu ketahanan gizi dan pangan, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gates pun secara khusus melihat langsung implementasi program andalan Presiden Prabowo tersebut di SDN Jati 03, Pulogadung, Jakarta Timur.
Keduanya masuk ke kelas-kelas melihat pembagian makanan bergizi dan layanan cek kesehatan gratis bagi murid. Gates tampak antusias, bahkan menyapa dan berbincang dengan siswa-siswi bersama Presiden.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, yang mendampingi kunjungan itu, mengatakan bahwa Gates sangat mengapresiasi dan terkesan dengan program MBG.
“Menurut Pak Bill Gates, ini program yang sangat penting. Beliau menekankan pada 1.000 hari pertama, yaitu ibu hamil, anak balita, serta anak-anak yang masih membutuhkan pertumbuhan,” ujar Dadan.
Pandangan Gates, sebagaimana yang disampaikan Dadan itu, sejalan dengan fokus pemerintah meningkatkan gizi sejak dini untuk menciptakan generasi sehat dan produktif. Gates juga memahami skala program ini yang begitu besar.
“Bill Gates sangat terkesan, karena untuk melakukan ini, kan, pasti membutuhkan anggaran besar. Dan Pak Presiden menyampaikan itu sudah disiapkan Pemerintah Indonesia,” kata Dadan.
Ke depan, kata Dadan, tim Gates Foundation dan pemerintah akan membahas dukungan teknis lebih lanjut untuk MBG dalam pertemuan lanjutan.
“Biasanya setelah ini ada tindak lanjut teknis. Nanti kita tunggu saja,” imbuhnya.
- Teknologi Digital
Gates dan Prabowo juga disebut membahas peluang kerja sama untuk mendukung transformasi digital Indonesia. Mereka bertukar ide tentang pengembangan infrastruktur digital publik, seperti platform data kesehatan dan edukasi, serta pemanfaatan inovasi teknologi terkini.
Meski detailnya belum diungkap ke publik, agenda ini sejalan dengan prioritas pemerintah Indonesia untuk memperkuat ekosistem digital nasional.
Kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam pertemuan di Istana itu menandakan topik literasi digital dan teknologi mendapat perhatian khusus.
Gates Foundation sendiri belakangan aktif mendukung inisiatif digital global, termasuk membuka kantor baru di Singapura untuk mengakses perkembangan sains dan memperkuat kemitraan teknologi di kawasan. Kehadiran kantor regional itu diharapkan mempermudah kolaborasi proyek digital antara Gates Foundation dan negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.





