Apa Itu Microsleep, Tidur Singkat yang Mengakibatkan Bus Rosalia Indah Kecelakaan di Tol Batang-Semarang?

Hati-hati dengan microsleep. Kejadian tidur singkat pada saat menyetir mobil bisa membawa bencana. Foto:Canva

Gejala Microsleep

Salah satu gejala paling umum microsleep adalah sebagian atau seluruhnya menutup mata, meskipun microsleep juga bisa terjadi dengan mata terbuka. Gejala lain dari microsleep adalah mengangguk kepala. Anda mungkin mengira Anda akan tahu jika Anda mengalami episode microsleep, tetapi mereka tidak selalu jelas. Orang yang mengalami microsleep tidak selalu menyadari bahwa mereka tertidur sebentar.

Alih-alih menyadari bahwa Anda tertidur sebentar, Anda mungkin berpikir berhenti sebentar memperhatikan apa pun di sekitar Anda. Selama episode microsleep, orang menunjukkan respons yang berkurang terhadap stimulus eksternal, seperti suara atau isyarat visual.

Para peneliti telah menemukan bahwa orang cenderung menggerakkan mata mereka lebih lambat dalam momen-momen menjelang microsleep. Namun, Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda sedang menggerakkan mata lebih lambat, atau bahwa kelopak mata Anda menggantung. Pelebaran pupil adalah faktor lain yang dapat menandakan microsleep.

Bacaan Lainnya

Melalui alat pelacakan mata dan video wajah, pembelajaran mesin dapat mengidentifikasi perubahan yang menunjukkan seseorang mengalami atau akan mengalami microsleep. Karena microsleep sering terjadi ketika orang merasa mengantuk, sistem pemantau pengemudi dapat mencari kedipan, perubahan denyut jantung, dan gerakan setir untuk mendeteksi kantuk pada pengemudi.

Risiko utama microsleep adalah kecelakaan yang bisa terjadi saat mengemudi, saat mengoperasikan mesin berat, saat melakukan operasi, atau tugas-tugas sensitif lainnya. Dalam sebuah studi yang melibatkan simulasi mengemudi, episode microsleep dikaitkan dengan penurunan kinerja mengemudi. Karena microsleep membuat sopir kurang responsif atau tidak responsif terhadap stimulus. Kondisi ini sangat berbahaya apabila terjadi di jalan raya. Sopir menjadi kurang responsif dalam mengendalikan laju bus atau mobil yang dikendarainya.

 

Pos terkait