AMIN Disebut Keok di Jatim, Kata Sekjen PBNU PKB Salah Resep, Cak Imin: Saya Ikut Gus Mus

JAKARTA—Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei berjudul “Preferensi Warga NU dan Dinamika Elektoral di Jawa Timur” pada Kamis (1/2/2024). Survei tersebut mengungkap bahwa Prabowo-Gibran unggul di Jawa Timur. Survei, menurut Indikator, dilakukan pada 14-19 Januari 2024, dengan metode multistage random sampling.

Pembahasan rilis ini melibatkan dua narasumber, yaitu Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf dan Hotman Siahaan, Guru Besar FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi, suara untuk Prabowo-Gibran meninggalkan jauh 2 pesaingnya di kisaran angka 15-20 persen.

Survei itu dilakukan terhadap 810 sampel dari seluruh kabupaten/kota di Jatim yang diwawancara tatap muka dengan margin of error ±3,5 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

“Jadi, pendukung paslon 02 yang mengaku Muslim dan merasa dekat dengan NU itu 58 persen,” kata Burhanudin, dikutip dari detiknews.com, Kamis (1/2/2024).

Bacaan Lainnya

Data survei terbaru Indikator Politik ini menyebutkan ada 14,2 persen anggota aktif NU yang mendukung Anies-Cak Imin. Sementara 16,1 persen anggota NU tidak aktif mendukung AMIN, dan bukan anggota NU yang mendukung AMIN berada di angka 16,5 persen.

Di sisi lain bagi Prabowo-Gibran, ada 61,0% basis suara yang merupakan anggota aktif NU, sementara 57,5% merupakan anggota NU tidak aktif dan 52,3% bukan anggota.

Basis dukungan suara kepada Ganjar-Mahfud merujuk keanggotaan organisasi NU didapati angka 17,6% merupakan anggota aktif NU. 20,1% anggota tidak aktif dan 21,6% merupakan bukan anggota NU.

Gus Ipul menyatakan soal preferensi warga Nahdlatul Ulama (NU) dan Dinamika Elektoral di Jawa Timur. Survei ini mengungkap sebaran suara Nahdliyin di Jatim yang mengarah pada pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Gus Ipul, keunggulan suara Prabowo-Gibran di kalangan warga NU versi survei indikator menunjukkan PKB salah strategi atau salah resep. Sehingga, banyak kiai dan ulama yang sebelumnya mendukung Muhaimin Iskandar, mengalihkan dukungannya.

“Lihat hasil survei indikator tadi, saya rasa PKB ‘salah resep’ sehingga banyak kiai yang mengalihkan dukungan, termasuk tentu juga warga NU. Mungkin karena strateginya, mungkin karena pernyataan-pernyataannya yang tidak simpati, menyerang, dan mengembangkan isu yang tidak perlu. Akhirnya suaranya stagnan khususnya, di kalangan warga NU,” ungkap Gus Ipul, usai menjadi narasumber dalam rilis survei terbaru Indikator Politik Indonesia, Kamis (1/2/2024).

“Gus Muhaimin belum ada strategi atau resep yang jitu untuk merangkul warga NU, bahkan ulama-ulama yang dulunya mendukung, sekarang pelan-pelan berubah. Ini juga harus dilihat sebagai sebuah fakta yang tergambar dalam survei tadi,” imbuhnya.

Gus Ipul mengaku tidak kaget dengan hasil survei itu. Menurutnya, selain faktor Presiden Jokowi, Prabowo selama ini juga dekat dengan kiai dan ulama NU.

“Kalau lihat survei indikator yang kita baca, menunjukkan kekuatan atau pengaruh Pak Jokowi dan kiai serta ulama NU sangat berperan dalam mendongkrak suara Pak Prabowo dan Mas Gibran. Pak Prabowo juga memang cukup lama membangun hubungan dengan kiai-kiai dan ulama-ulama NU. Bisa dikatakan, beliau (Prabowo) ini NU kultural,” kata Gus Ipul.

Cak Imin: Saya Ikut Gus Mus

Calon Wakil Presiden nomor urut satu, Muhaimin Iskandar merespons pernyataan Sekjen PBNU, Gus Ipul, yang menyebut PKB salah strategi atau salah resep dalam menggaet suara warga NU. Politisi yang akrab disebut Cak Imin ini menyebut Gus Ipul salah alamat.

“Apa yang mau ditanggapi (dari komentar Gus Ipul)? PBNU telah salah alamat. Posisinya saya ikut Gus Mus (Mustasyar PBNU, KH Ahmad Mustofa Bisri),” kata Cak Imin, usai kampanye di lapangan taman kirana, Solear, Kabupaten Tangerang, Jumat (2/2/2024).

Cak Imin lantas menjelaskan perkataannya yang menyebut PBNU salah alamat. Dia menyatakan pernyataan Gus Mus jelas dan sikap PBNU dirasa ikut-ikutan dalam Pilpres tidak perlu diikuti.

“Gus mus menyatakan PBNU tidak ikut-ikut, tapi kalau PBNU ikut-ikut berarti tidak usah diikuti,” tegas Cak Imin.

Pos terkait