Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan harga minyak masih bisa memuncak dalam beberapa pekan ke depan, di tengah gangguan pelayaran di Selat Hormuz yang belum pulih per 14 April 2026.
Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan, harga minyak dapat mencapai puncaknya dalam beberapa pekan ke depan. Penyebabnya, tak lain tak bukan, karena gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.
Ia menyampaikan hal itu dalam forum Semafor World Economy di Washington, Senin, 13 April 2026.
“Harga energi akan tetap tinggi—dan mungkin bahkan melonjak—sampai kita kembali melihat lalu lintas kapal yang signifikan melalui Selat Hormuz,” kata Wright. Dia menambahkan, puncak harga kemungkinan datang dalam beberapa pekan ke depan.
Wright juga mengatakan jika penurunan harga tidak akan terjadi cepat, meski distribusi energi nantinya mulai pulih. “Pada musim panas nanti, itu adalah jangka waktu yang agresif,” katanya.
Pembatasan Berlaku di Pelabuhan Iran
Sementara itu, sehari setelah pernyataan Wright, situasi di Hormuz masih tegang.
UK Maritime Trade Operations menyatakan telah menerima informasi tentang pembatasan akses maritim pada pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk di kawasan Teluk, Teluk Oman, dan Selat Hormuz. Pembatasan itu berlaku bagi kapal dari berbagai negara yang berhubungan dengan pelabuhan atau terminal Iran.
Pada Selasa, 14 April 2026, militer Amerika Serikat mulai menerapkan blokade terhadap kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran. Namun, lintasan netral melalui Selat Hormuz menuju pelabuhan non-Iran tidak ikut dihentikan.
Kapal Masih Ada yang Melintas
Di tengah pengetatan itu, sebagaimana dilaporkan Reuters, sebuah kapal tanker yang dikenai sanksi Amerika Serikat tetap tercatat melintasi Selat Hormuz pada Selasa, 14 April 2026. Data pelayaran itu menunjukkan lalu lintas belum lumpuh total meski pembatasan sudah berjalan.
Perkembangan ini terjadi setelah perundingan Amerika Serikat dan Iran di Islamabad gagal menghasilkan terobosan. Sejak itu, jalur energi global kembali berada dalam tekanan, sementara pasar menunggu apakah arus kapal di Hormuz bisa pulih dalam waktu dekat atau justru makin tersendat. ***





