Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra memastikan poster undangan pemakzulan Wapres Gibran adalah hoaks, menyoroti alamat kantor kementerian yang keliru.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra membantah poster digital mengenai undangan konferensi pers skenario pemberhentian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan tegas ini disampaikan Yusril saat menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda di Gedung Makara Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu, 28 Oktober 2026. Ia memastikan poster yang beredar di media sosial adalah hoaks.
“Sebenarnya ingin audiensi kepada saya, tapi tidak ada pemberitahuan surat,” kata Yusril di sela acara tersebut.
Alamat Palsu Gedung Kementerian
Mengenai kejanggalan selebaran tersebut, Yusril menyoroti pencantuman lokasi audiensi yang sama sekali tidak akurat karena masih menggunakan alamat fasilitas lama.
“Jadi jelas itu bukan inisiatif dari pihak kementerian, apalagi alamatnya salah. Kami kan sudah bukan di situ kantornya,” ujar Yusril menerangkan ketidakabsahan undangan.
Selain itu, Yusril menjelaskan kantor Kemenko Kumham Imipas kini telah resmi berpindah ke gedung baru yang berlokasi tepat di seberang Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.
Sebelumnya, kementerian telah memberikan stempel hoaks secara resmi pada poster tersebut dan menyatakan Yusril tidak pernah mengeluarkan pernyataan apa pun terkait pemakzulan wakil presiden.
“Kami sudah pindah ke gedung di depan Kedutaan Malaysia. Jangan sampai datang ke kantor yang lama,” kata Yusril.***





