Fakta baru sidang korupsi kuota haji mengungkap kemarahan mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas, duit pinjaman Gus Alex, hingga skandal jemaah Riau yang menerobos antrean.
Mantan Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus Kementerian Agama Rizky Fisa mengungkap rentetan fakta baru dalam pusaran dugaan korupsi kuota haji 2023.
Sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta mengupas berbagai temuan krusial seputar operasional kementerian.
Kemarahan Yaqut Cholil Qoumas
Mantan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Hukum dan Pengawasan Abdul Qodir mengungkap suasana rapat kementerian yang diwarnai kemarahan Yaqut Cholil Qoumas. Rapat internal tersebut secara khusus membahas persoalan penyelenggaraan ibadah haji.
Menurut Qodir, mantan menteri itu meminta para pejabat berterus terang jika mengetahui adanya praktik penyelewengan dana pengelolaan haji.
“Kalau ada di antara kalian yang kemudian, saya lupa bahasanya, maling atau mengambil duit dari haji, kalian sampaikan sekarang,” kata Qodir menirukan ucapan Yaqut di ruang sidang, Selasa (22/9/2026).
Merespons kesaksian itu, Yaqut membenarkan nada bicaranya saat rapat memang meninggi. Hal itu ia lakukan untuk memberi peringatan tegas agar para anak buahnya tidak terlibat dalam aksi kriminal maupun perilaku koruptif.
Aliran Pinjaman Gus Alex
Selain dinamika internal, persidangan juga menguak aliran duit pelicin kuota haji yang beralih wujud menjadi dana pinjaman. Rizky Fisa bersaksi pernah meminjamkan uang Rp500 juta kepada mantan staf khusus Yaqut, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex.
Uang tersebut diserahkan dalam dua tahap, yakni Rp200 juta pada November 2023 dan Rp300 juta pada Januari 2024. Rizky menjelaskan dana pinjaman itu sepenuhnya bersumber dari komisi percepatan haji khusus tahun 2023.
“Saya serahkan ke orang yang ditunjuk oleh beliau. Saya enggak kenal, saya tidak mengetahui juga untuk apa,” ujar Rizky di hadapan majelis hakim.
Meski berasal dari uang pelicin, Rizky memastikan Gus Alex tidak mengetahui asal muasal uang yang dipinjamkan tersebut. Keduanya sama sekali tidak pernah membahas sumber dana ketika penyerahan uang terjadi.
Skandal Jemaah T0 Riau
Ihwal operasional di lapangan, sidang turut membongkar praktik jemaah berangkat tanpa antrean atau dikenal dengan istilah kuota T0 pada periode 2023–2024. Abdul Qodir mengaku mendapat informasi mengenai celah ilegal tersebut dari seorang tenaga ahli bernama Bagus.
Tim staf khusus sempat menelusuri kebenaran informasi keberangkatan mendadak itu secara internal. Hasilnya, ditemukan puluhan jemaah yang lolos menerobos antrean keberangkatan haji dari wilayah Riau.
“Akhirnya dicek Riau ada, diakui. Ada 42 atau 40 (jemaah) atau berapa,” ucap Qodir.
Saat Yaqut menanyakan sosok inisiator di balik pemberian kuota sakti T0 tersebut, Qodir mengakui penelusuran internalnya berujung buntu.
“Ya kami kejar, tapi ya enggak ada lagi, Gus,” kata Qodir. ***





