Bareskrim menangani 167 laporan karhutla sepanjang Januari hingga 3 September 2026. Seluruh 112 tersangka masih perorangan. Kementerian Kehutanan membekukan izin lima perusahaan di Kalimantan Barat.
Bareskrim Polri mencatat 167 laporan polisi terkait kebakaran hutan dan lahan sepanjang 1 Januari hingga 3 September 2026. Dari rangkaian perkara itu, 112 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Hingga data diumumkan Jumat, 4 September 2026, Polri menyatakan belum ada korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kumpulan perkara tersebut.
Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Kombes Pipit Subiyanto mengatakan jumlah tersangka terbanyak berasal dari Riau, sebanyak 42 orang. Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah masing-masing 20 orang, Kalimantan Timur 13, Jambi delapan, Kalimantan Barat tujuh, dan Kalimantan Selatan dua.
Luas lahan yang berkaitan dengan perkara yang ditangani kepolisian mencapai sedikitnya 4.738,49 hektare. Angka itu hanya menggambarkan luasan dalam perkara polisi, bukan total karhutla nasional.
Dari 167 laporan, 55 masih dalam penyelidikan dan 77 sudah pada tahap penyidikan. Sebagian perkara lain telah dilimpahkan ke kejaksaan.
Jalur Kementerian Kehutanan
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan kementerian menangani 22 kasus pada tahap penyelidikan dan tujuh perkara pada tahap penyidikan. Perkara itu melibatkan korporasi maupun perorangan. Nama perusahaan dalam tujuh penyidikan belum dibuka secara lengkap.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membekukan izin usaha lima perusahaan di Kalimantan Barat setelah ditemukan kebakaran pada 2.568,69 hektare kawasan konsesi. Kelimanya adalah PT Mahkota Rimba Utama, PT Hutan Ketapang Lestari, PT Mayawana Persada, PT Duta Andalan Sukses, dan PT Wana Lestari Jaya.
Tiga perusahaan pertama berkonsesi di Kabupaten Ketapang, dua lainnya di Kabupaten Sanggau. Total konsesi kelima perusahaan sekitar 371.560 hektare.
Pembekuan izin merupakan sanksi administratif. Fakta kawasan konsesi terbakar tidak dengan sendirinya membuktikan perusahaan sengaja melakukan pembakaran. Proses dapat diteruskan ke pidana apabila ditemukan indikasi tindak pidana.
Modus dan Kondisi Cuaca
Menurut Bareskrim, pola yang paling banyak ditemukan adalah penggunaan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Polisi mengatakan El Niño kuat memperbesar risiko karena vegetasi lebih mudah terbakar. BMKG sebelumnya memperkirakan El Niño bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama 2027.
Di Kalimantan Barat, BMKG mendeteksi 166 hotspot. Setelah diverifikasi BNPB di lapangan, 61 titik terkonfirmasi sebagai lokasi kebakaran. Hotspot merupakan indikasi termal satelit, bukan otomatis satu kejadian kebakaran.
Polri menyatakan akan menindaklanjuti apabila memperoleh informasi dan fakta lapangan mengenai keterlibatan korporasi. Data 112 tersangka dan tujuh penyidikan Kemenhut tidak boleh langsung dijumlahkan karena basis perkaranya berbeda dan dapat saling beririsan.***





