Gempa M 7,4 mengguncang Kolombia, Senin (10/8). Lebih dari 111 orang tewas dan 1.600 bangunan rusak. Gempa ini disebut terkuat di Kolombia pada abad ke-21.
Sedikitnya 61 bangunan dilaporkan roboh total. Sejumlah warga juga diduga masih terjebak di bawah reruntuhan. Keluarga korban, warga, dan petugas penyelamat terus melakukan pencarian di antara puing-puing bangunan.
Tim pencari bersama warga sipil menyisir bangunan yang hancur di Cali. Mereka mengoper potongan beton berukuran besar dan puing lainnya melalui barisan panjang sukarelawan untuk mencari kemungkinan korban yang masih tertimbun.
“Bangunan kami praktis hancur lebur, dan bangunan di sebelah kami? Roboh total,” ujar Álvaro López sambil mendekap anjingnya dan menyaksikan proses pencarian.
Gempa Guncang Cali hingga Pereira
Gempa juga meluluhlantakkan sejumlah kota di wilayah barat Kolombia, termasuk Cali, Pereira, Quibdó, dan Manizales. Getaran gempa bahkan terasa hingga negara tetangga, yakni Ekuador dan Panama.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada di San José del Palmar, sebuah komunitas berpenduduk sekitar 4.800 jiwa di wilayah Chocó, sekitar 250 mil atau 400 kilometer di sebelah barat Bogotá.
Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, menyatakan sedikitnya 87 orang terluka dan sekitar 1.600 bangunan rusak. Sebanyak 61 bangunan di antaranya roboh total. Presiden kemudian menetapkan status darurat untuk mempercepat penyaluran dana bagi pemulihan pascagempa.
“Kami tidak akan membiarkan warga berjuang sendirian. Mereka ada di hati kami, dan kami akan menangani situasi ini dengan tekad bulat,” ujar Abelardo de la Espriella seperti dilansir AFP, Selasa (11/8).
Korban Tewas Tersebar di Sejumlah Wilayah
Pihak berwenang setempat melaporkan sedikitnya 40 orang tewas di Risaralda, wilayah tempat Kota Pereira berada. Sebanyak 27 orang meninggal dunia di Valle del Cauca, wilayah tempat Kota Cali berada. Tiga korban di antaranya merupakan anak-anak.
Pihak berwenang juga mengonfirmasi sembilan korban tewas di Chocó, dua orang di Caldas, dan seorang warga berusia 73 tahun di Antioquia. Sementara itu, lokasi kematian 32 korban lainnya belum diketahui secara pasti.
Dengan demikian, rincian korban yang tersedia mencapai 111 orang.





