Ma’ruf Amin Beberkan Syarat Mutlak Ketum PBNU, Singgung ‘Ala Bashirah Bukan ‘Ala Bisharah

​Wakil Presiden ke-13 sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Ma'ruf Amin. (Dok. MUI) 

Wakil Presiden ke-13 KH Ma’ruf Amin menegaskan calon pemimpin Nahdlatul Ulama wajib memiliki kemampuan mendamaikan kelompok bersengketa.

​Wakil Presiden ke-13 sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Ma’ruf Amin, menyatakan bahwa calon ketua umum Nahdlatul Ulama mendatang wajib memiliki kemampuan mendamaikan berbagai pihak yang bersengketa demi menjaga keutuhan organisasi.

​”Ya tadi, harus punya kemampuan melakukan dua hal al-ishlah wal-ishlah. Ishlah pertama itu mendamaikan semua kelompok yang bersengketa, karena tanpa persatuan tidak mungkin,” ujar KH Ma’ruf Amin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

​Selain kemampuan meredam konflik, pemimpin baru organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut juga harus mengutamakan kepentingan bersama di atas ambisi golongan.

Bacaan Lainnya

​”Dan harus mendahulukan kepentingan organisasi, kepentingan pribadi maupun kelompok. Itu, baru misi NU bisa diemban,” kata KH Ma’ruf Amin menambahkan.

​Kembalikan Organisasi ke Khittah

​Ihwal kriteria lanjutan, Ma’ruf mengingatkan agar figur pemimpin mampu membawa organisasi islam ini semakin berkualitas serta kembali pada khittah berdasarkan qanun asasi dengan mengedepankan prinsip ‘ala bashirah bukan ‘ala bisharah.

​”Supaya ber-NU itu lebih pada kualitas. Ya, artinya pemahaman, bukan sekadar ikut-ikutan, bukan karena dorongan. Saya menyebutnya ‘ala bashirah, bukan ‘ala bisharah,” ucap Ma’ruf.

​Kendati demikian, ketika disinggung mengenai sosok spesifik yang dinilai paling pas, Ma’ruf memilih enggan mengungkap nama ke publik dan menyerahkan penilaian tersebut pada rekam jejak kemampuan masing-masing kandidat.

​Sebelumnya, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026 untuk memilih kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

​Deretan Bursa Calon Ketua Umum

​Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Saifullah Yusuf, mengungkapkan bahwa bursa pemilihan ketua umum diramaikan oleh sejumlah tokoh nasional dan internal organisasi yang dinilai mumpuni.

​”Ya saya kira sudah banyak nama-nama ya, di antaranya ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Yusuf Chudlori, ada Gus Salam Shohib, ada juga Gus Kikin Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Jawa Timur, dan ada juga Prof Nasaruddin Umar. Itulah yang disebut-sebut, termasuk tentu Gus Yahya ya, termasuk terakhir tadi Gus Yahya,” ujar Saifullah Yusuf di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/ 2026).

​Saifullah memastikan panitia penyelenggara terus mematangkan persiapan helatan akbar tersebut dan optimistis organisasi tidak akan kehabisan stok kader berkualitas.

​”Siapapun boleh maju, siapapun bisa ikut dalam pemilihan ketua umum yang akan datang. Saya kira Nahdlatul Ulama tidak kekurangan kader untuk menjadi ketua umum di masa yang akan datang,” kata Saifullah Yusuf.***

Pos terkait