Ibu Hamil Sering Sakit Gigi? Dosen FKG Umsurya Bagikan 3 Tips Ampuh Mencegahnya

Sakit Gigi Ibu Hamil
Ilustrasi ibu hamil sedang merawat gigi. (Pinterest)

Perubahan hormon saat hamil picu masalah rongga mulut seperti gusi bengkak dan gigi berlubang. Dosen FKG Umsurya bagikan tips pencegahannya di sini.


Masa kehamilan memberikan banyak perubahan pada ibu, hal ini dikarenakan perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh ibu hamil. Bermacam – macam keluhan dapat dirasakan oleh ibu hamil, salah satunya adalah masalah dirongga mulut.

Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) Yeni Puspitasari menjelaskan jenis-jenis sakit gigi yang dapat dialami oleh ibu hamil. Menurutnya yang pertama adalah Gingivitis.

“Perubahan hormon yang dialami oleh ibu hamil dapat menyebabkan peradangan pada gusi yang menyebabkan gusi bengkak, berwarna merah dan mudah berdarah,” ujar Yeni, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Bacaan Lainnya

Kedua, Epulis Gravidarum. Epulis gravidarum muncul sebagai benjolan pada gusi yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan gangguan pengunyahan.

Ketiga, gigi berlubang. Pada Ibu hamil akan sering mengalami mual dan muntah (morning sickness). Hal ini menyebabkan lapisan gigi terluar (enamel) jadi terkikis akibat terkena asam lambung. Apabila dibiarkan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gigi berlubang.

Lantas bagaimana cara mencegah dan mengatasi sakit gigi pada ibu hamil? Dalam penjelasannya Yeni membagikan tiga tips diantaranya:

Pertama, menjaga kebersihan rongga mulut. Ibu hamil juga diwajibakan untuk menyikat gigi 2 kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dengan teknik menyikat gigi yang tepat. Selain menyikat gigi ibu hamil juga disarankan untuk berkumur-kumur dengan air bersih setelah muntah (morning sickness). Hal ini bertujuan untuk membersihkan asam lambung dalam rongga mulut sehingga mencegah kerusakan enamel gigi.

Kedua, menjaga pola makan selama kehamilan. Ibu hamil sebaiknya tidak terlalu sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis. Makanan yang manis banyak mengandung karbohidrat, dimana karbohidrat merupakan senyawa yang sangat disukai oleh bakteri rongga mulut.

“Apabila karbohidrat tertinggal di gigi, hal ini dapat menyebabkan bakteri tumbuh lebih cepat sehingga gigi bisa berlubang,”imbuh Yeni lagi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan