Pemkot Surabaya resmi meluncurkan Indonesian Women’s Reproductive Mobile Clinic. Layanan jemput bola ini berikan pemeriksaan spesialis USG gratis untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Surabaya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Tim Penggerak (TP) PKK memperkuat komitmennya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran Indonesian Women’s Reproductive Mobile Clinic, sebuah layanan klinik berjalan hasil kolaborasi antara Pemkot Surabaya dengan Waron Hospital dan Rotary.
Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, menyampaikan bahwa kehadiran mobil klinis ini merupakan solusi jemput bola bagi pemeriksaan ibu hamil, terutama mereka yang masuk dalam kategori berisiko tinggi.
“Ini adalah kolaborasi tiga pilar, Waron Hospital, Rotary, dan Pemkot Surabaya. Tujuannya jelas, agar ibu-ibu tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan spesialis. Kita ingin memastikan ibu sehat, bayi sehat, dan angka kematian ibu-anak terus menurun di Surabaya,” ujar Rini Indriyani, Sabtu (14/2/2026).
Pada peluncuran perdana ini, sebanyak 10 ibu hamil dari wilayah Tambaksari mendapatkan pemeriksaan USG gratis oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn).
Rini Indriyani menjelaskan, sasaran utama program ini adalah para ibu dengan faktor risiko, seperti kehamilan usia 40 tahun ke atas, riwayat persalinan sesar berulang, jumlah anak yang sudah terlalu banyak, dan memiliki kondisi medis tertentu seperti infeksi saluran kemih atau posisi janin sungsang.
“Sempat ada temuan ibu hamil 7 bulan dengan posisi kepala bayi di atas. Karena ketahuan lebih awal melalui USG di sini, dokter bisa langsung memberi saran gerakan khusus agar posisi bayi kembali normal untuk persalinan alami,” tambahnya.
Selain pemeriksaan fisik, Rini Indriyani juga memberikan pesan menyentuh kepada para ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan memberikan ASI eksklusif.
“Ibu harus bahagia. Kalau ibunya senang, imun naik, bayinya pun ikut sehat. Jangan lupa nanti kalau sudah lahir, berikan ASI eksklusif karena itu hak anak yang paling murah namun paling berharga,” imbuhnya.





