Menjelang Hari Bidan Nasional, dosen Unair tekankan peran bidan mendampingi generasi muda memahami kesehatan reproduksi agar terhindar dari risiko di masa depan.
Dr Wahyul Anis SKeb Bd MKes, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, mengingatkan pentingnya memahami kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Menurutnya, hal ini jadi fondasi kualitas kesehatan jangka panjang, bukan hanya urusan ibu hamil saja.
Bertepatan dengan Hari Bidan Nasional pada 24 Juni, Wahyul menjelaskan bidan berperan besar sepanjang siklus kehidupan perempuan, termasuk masa remaja. “Bidan merupakan profesi kesehatan yang berperan dalam kesehatan perempuan sepanjang siklus hidupnya, termasuk pada masa remaja. Oleh karena itu, edukasi kesehatan reproduksi menjadi bagian penting dari peran bidan,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Ia melihat generasi muda mudah mendapat informasi lewat internet dan media sosial. Namun, tanpa panduan yang tepat, informasi itu justru bisa menimbulkan salah paham.
Tantangan dan Cara Edukasi yang Efektif
Berbagai masalah kesehatan reproduksi saat ini banyak dipicu perilaku seksual yang berujung kehamilan tak direncanakan. Pola makan tidak sehat, seperti konsumsi junk food berlebih, juga meningkatkan risiko obesitas yang memicu hipertensi saat hamil hingga komplikasi serius seperti kejang dan gangguan janin.
Wahyul menyarankan edukasi dimulai menjelang pubertas. Meski sering dianggap tabu, pendekatan melalui teman sebaya dan penyampaian bertahap dengan bahasa sederhana bisa jadi solusi efektif.
Ia berpesan agar generasi muda lebih peduli pada kesehatan diri. “Jaga kesehatan dirimu dan kesehatan reproduksimu. Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat pula,” pungkasnya.***





