Fenomena cuaca panas ekstrem yang belakangan terjadi di berbagai wilayah Indonesia tidak hanya memengaruhi kenyamanan beraktivitas, tetapi juga berdampak pada kesehatan tubuh. Kondisi ini membuat organ-organ penting seperti hati dan ginjal bekerja lebih keras untuk menjaga fungsi metabolisme dan membuang racun.
Ahli gizi dari Kota Ho Chi Minh, Dr. Vo Thi To Hi, mengatakan cuaca panas dapat memengaruhi kualitas tidur dan pola nutrisi seseorang. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan asupan makanan dan minuman agar tubuh tetap terhidrasi dan metabolisme tetap terjaga.
“Namun, jika pilihan tersebut tidak tepat, terutama dengan minuman manis, tubuh menghadapi risiko lonjakan gula darah yang cepat dan peningkatan beban metabolisme pada sistem kardiovaskular,” ujarnya seperti dikutip dari laman Vietnam.vn, Rabu (24/6/2026).
Untuk membantu mendinginkan tubuh sekaligus menjaga kesehatan, ia merekomendasikan konsumsi makanan dengan indeks glikemik (GI) rendah hingga sedang dan kaya serat. Kelompok makanan ini dinilai mampu membantu menstabilkan kadar gula darah karena memperlambat penyerapan glukosa.
Sayuran hijau serta buah-buahan yang tidak terlalu manis seperti jambu biji, apel, jeruk bali, dan buah naga menjadi pilihan yang dianjurkan selama cuaca panas. Sebaliknya, masyarakat disarankan membatasi konsumsi minuman tinggi gula seperti minuman bersoda, teh susu, maupun jus kemasan. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi tubuh.
Dr. Vo Thi To Hi merekomendasikan empat kelompok makanan yang bermanfaat selama musim panas.
1. Sayuran Hijau dan Makanan Kaya Serat
Sayuran seperti bayam, kangkung, labu, waluh, dan zucchini dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan pergerakan usus, serta mengurangi beban metabolisme tubuh. Namun, penderita penyakit ginjal kronis perlu mengatur asupan kalium sesuai anjuran dokter.
2. Buah-Buahan Kaya Air dan Rendah Gula
Semangka, jeruk bali, jeruk, dan buah naga mengandung banyak air sehingga membantu menggantikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang akibat cuaca panas. Buah-buahan tersebut juga mendukung fungsi ginjal. Meski demikian, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan porsi konsumsi untuk menghindari peningkatan kadar gula darah.
3. Makanan Kaya Antioksidan
Tomat, wortel, bit, dan berbagai jenis kacang-kacangan mengandung antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif. Kondisi ini diketahui berkaitan dengan risiko penyakit hati berlemak, gangguan kardiovaskular, dan berbagai masalah metabolisme lainnya.
4. Makanan Mudah Dicerna dan Kaya Air
Sup, kaldu, dan bubur encer menjadi pilihan yang baik saat cuaca panas. Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, makanan ini lebih mudah dicerna dan membuat tubuh terasa lebih nyaman selama suhu udara tinggi.