Lulusan SMK dan LKP disiapkan bekerja ke luar negeri. Bagi banyak anak muda, ini bukan sekadar kerja, tetapi jalan mengubah nasib keluarga.
Sebanyak 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan disiapkan bekerja ke luar negeri melalui program kebekerjaan luar negeri yang dirintis Kemendikdasmen.
Program vokasi itu membuka jalan bagi anak muda dari berbagai daerah untuk menembus pasar kerja global, termasuk ke Korea Selatan dan Jepang.
Salah satunya Muhammad Ogya As Syifa, alumni SMKN 1 Tulungagung, Jawa Timur. Anak tukang genteng dari Desa Ngranti, Boyolangu, Tulungagung, itu bersiap bekerja ke Korea Selatan.
“Kalau Korea itu gajinya besar. Jadi, saya bisa mempersingkat waktu untuk mengumpulkan uang untuk mengembangkan usaha di kampung, beli tanah, dan membahagiakan orang tua,” kata Ogya, dikutip Senin (25/5/2026).
Kerja untuk Pulang Membawa Modal
Ogya tidak berniat menetap lama di Korea. Ia ingin mengumpulkan modal untuk mengembangkan usaha genteng orang tuanya yang diwarisi dari keluarga.
Ia juga berharap bisa membawa pulang pengetahuan soal teknologi dan budaya kerja Korea agar usaha keluarganya berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja di kampung.
Cerita serupa datang dari Taufik Hidayat Febrian, alumnus SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang. Ia dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Juli 2026 untuk bekerja di perusahaan otomotif di Kobe.
Taufik berasal dari keluarga petani penggarap. Ia merantau ke Malang demi sekolah dan mendapat fasilitas asrama serta biaya pendidikan gratis dari sekolahnya.
“Kalau untuk alasan kenapa Jepang, tentu karena gajinya menjanjikan, aturan hukum tenaga kerjanya sangat baik,” kata Taufik.
Belajar Mandiri di Negeri Orang
Alumnus LKP Duta Mandiri Tulungagung, Kurniawanto, juga memilih Jepang untuk mencari modal dan pengalaman. Setelah pulang, ia ingin membangun panti jompo karena bekerja di bidang perawatan lansia.
Sementara Lovely Junero Berneza Lasut, alumni SMKN 1 Buduran, Sidoarjo, ingin bekerja sambil kuliah di Jepang. Ia mengaku sudah belajar bahasa Jepang sejak SMP karena bercita-cita bekerja di negara tersebut.





