Harga elpiji nonsubsidi naik. Rumah tangga dan pelaku usaha kini perlu lebih cermat memakai gas agar biaya dapur tidak makin membengkak.
Kenaikan harga elpiji nonsubsidi mulai terasa pada rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Di tengah biaya produksi yang ikut menanjak, penghematan gas menjadi langkah sederhana untuk menjaga pengeluaran harian tetap terkendali.
Harga Bright Gas 12 kg untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat kini berada di angka Rp228.000 per tabung. Sementara Bright Gas 5,5 kg dijual Rp107.000 per tabung.
Penyesuaian harga ini membuat kebiasaan kecil di dapur menjadi penting. Pemakaian kompor yang kurang efisien, selang tidak layak, hingga alat masak yang tidak sesuai porsi dapat membuat gas lebih cepat habis.
Kompor Bersih, Api Lebih Efisien
Langkah pertama adalah menjaga kebersihan kompor dan saluran gas. Rinnai menyarankan pembersihan dilakukan berkala karena kotoran dapat menyumbat saluran, membuat api tidak biru, dan menurunkan panas pembakaran.
Api yang tidak maksimal membuat waktu memasak lebih lama. Akibatnya, konsumsi gas ikut meningkat. Karena itu, bagian tungku, lubang api, dan saluran gas perlu diperiksa secara rutin agar pembakaran tetap stabil.
Pengguna juga perlu memakai selang dan regulator berkualitas. Selang yang baik membantu menjaga aliran gas tetap stabil, sementara regulator berstandar dapat mengurangi risiko kebocoran dan meningkatkan keamanan pemakaian.
Regulator, Alat Masak, dan Porsi
Pengait regulator juga dapat membantu menjaga tekanan pada katup tabung agar tidak longgar. Dengan aliran gas yang lebih stabil, pembakaran menjadi lebih optimal dan risiko kebocoran bisa ditekan.
Rinnai juga menyarankan penggunaan alat masak berbahan baja nirkarat karena mampu menghantarkan panas lebih cepat dan merata. Proses memasak yang lebih singkat dapat membantu menekan pemakaian gas.
Selain bahan, ukuran alat masak perlu disesuaikan dengan porsi makanan. Memakai panci terlalu besar untuk porsi kecil hanya membuat panas terbuang. Kebiasaan sederhana ini, bila dilakukan konsisten, dapat membantu rumah tangga dan pelaku usaha menghemat gas di tengah kenaikan harga.***





