Cara Efektif Mencegah Obesitas Pasca-Lebaran

Ilustrasi obesitas. — Pixabay
Pola makan “balas dendam” pascalebaran picu risiko obesitas dan penyakit kronis akibat asupan lemak serta gula yang tidak terkontrol.

Pola makan “balas dendam” setelah sebulan penuh berpuasa kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat. Kebiasaan mengonsumsi berbagai menu masakan dalam porsi berlebih seketika merusak tatanan hidup sehat yang sudah terbentuk selama Ramadan. Jika tidak dikontrol, lonjakan asupan makanan ini dapat memicu obesitas kronis.

Kondisi tersebut terjadi karena penimbunan lemak yang berlebihan akibat asupan makanan jauh lebih besar dibandingkan energi yang dikeluarkan. Sistem pencernaan yang sebelumnya beristirahat secara teratur saat berpuasa, tiba-tiba dipaksa bekerja keras tanpa disiplin waktu.

“Akibatnya ketika pola makan tidak teratur, dan porsi makan terus bertambah, maka bisa menyebabkan obesitas,” ujar Firman, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMSURA, pada Rabu (25/3/2026).

Bacaan Lainnya
Ancaman Penyakit Kronis Global

Obesitas bukan sekadar masalah penampilan, melainkan pintu masuk berbagai penyakit tidak menular (PTM) yang mematikan. Data Global Report 2023 menunjukkan obesitas mengancam 2 miliar penduduk dunia. Pada 2030, diperkirakan 1 dari 5 wanita dan 1 dari 7 pria di dunia akan hidup dengan kondisi ini.

Firman menjelaskan bahwa obesitas berkontribusi pada penyebab kematian sebesar 5,87 persen dari total kematian global. Penyakit seperti diabetes melitus, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kanker mengintai mereka yang gagal mengontrol berat badan pascalebaran. Selain dampak kesehatan, obesitas juga memicu kerugian ekonomi akibat biaya perawatan komorbid yang tinggi.

Tips Mencegah Penimbunan Lemak

Guna mengantisipasi kenaikan berat badan yang drastis, langkah pertama yang disarankan adalah memenuhi asupan protein harian. Protein diketahui dapat meningkatkan metabolisme tubuh sebesar 80 hingga 100 kalori per hari serta memberikan efek kenyang lebih lama sehingga efektif mencegah keinginan untuk terus mengonsumsi camilan.

Aktivitas fisik rutin juga menjadi kunci utama untuk membakar kalori yang menumpuk. Olahraga minimal 30 menit setiap hari, atau sedikitnya 3 hingga 5 kali seminggu, efektif mencegah lemak menumpuk secara berlebih. Selain itu, masyarakat diminta menghindari minuman tinggi gula seperti soda dan jus kemasan karena berisiko memicu gagal ginjal serta kencing manis.

Pos terkait