Kementerian Kesehatan menyebut satu dari tiga orang dewasa mengalami obesitas sentral. Konsumsi makanan ultraproses tinggi gula, garam, dan lemak makin disorot.
Kementerian Kesehatan menyatakan satu dari tiga orang dewasa mengalami obesitas sentral. Temuan itu muncul dalam evaluasi Cek Kesehatan Gratis 2025 yang dirilis pada Januari 2026.
Apa Itu Obesitas Sentral?
Obesitas sentral adalah penumpukan lemak berlebih di area perut atau pinggang. Kondisi ini tidak hanya dilihat dari berat badan, tetapi juga ukuran lingkar perut.
Jenis obesitas ini penting diperhatikan karena berkaitan dengan risiko diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik. Karena itu, lemak perut berlebih tidak bisa dianggap sekadar soal penampilan.
Mengapa Makanan Ultraproses Jadi Sorotan?
Sorotan kini mengarah pada pola makan harian. WHO menegaskan pola makan sehat bertumpu pada makanan segar atau minimal diproses, dengan kadar gula, garam, dan lemak tidak sehat yang rendah.
Sebaliknya, makanan ultraproses umumnya tinggi gula, garam, lemak, dan bahan tambahan industri, tetapi rendah serat. Produk seperti minuman manis kemasan, mi instan, camilan kemasan, sosis olahan, dan makanan cepat saji termasuk dalam kelompok ini.
Sejumlah kajian ilmiah menunjukkan konsumsi makanan ultraproses berkorelasi dengan kenaikan lingkar pinggang dan meningkatnya risiko obesitas abdominal atau obesitas sentral.
Masalahnya, produk seperti itu sering lebih murah, lebih praktis, dan lebih mudah dijangkau daripada makanan utuh yang lebih sehat. Di tengah tekanan ekonomi, pilihan makan banyak keluarga akhirnya bergeser ke makanan yang mengenyangkan, tetapi miskin mutu gizi.
UNICEF juga menyoroti bahwa anak dan keluarga kini makin dikelilingi makanan ultraproses dan minuman manis yang murah serta dipasarkan agresif. Kondisi itu ikut membentuk lingkungan pangan yang tidak sehat.
Temuan Kemenkes ini karena itu tidak cukup dibaca sebagai soal lingkar perut semata. Angka satu dari tiga orang dewasa dengan obesitas sentral menunjukkan masalah pola makan sudah masuk ke ranah kesehatan publik.
Selama makanan yang paling murah, paling praktis, dan paling sering dipromosikan tetap didominasi pangan ultraproses, risiko obesitas sentral akan terus membayangi kelompok usia produktif. ***





