Pertamina mengintegrasikan bisnis hilir per 1 Februari 2026 dan menata direksi.
PT Pertamina (Persero) menjalankan langkah restrukturisasi besar di lini hilir (downstream) yang efektif 1 Februari 2026. Perusahaan mengintegrasikan fungsi kilang, logistik, distribusi, dan pemasaran agar bekerja sebagai satu sistem.
Pada saat yang berdekatan, Pertamina juga menata susunan direksi holding, termasuk posisi Direktur Keuangan.
Dalam restrukturisasi hilir, Pertamina menyatakan unit kilang PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) serta unit pelayaran/logistik PT Pertamina International Shipping (PIS) masuk ke dalam unit trading dan logistik PT Pertamina Patra Niaga. Integrasi ini diposisikan untuk menyatukan rantai pasok hilir, sehingga pengambilan keputusan lebih cepat dan proses bisnis tidak tumpang tindih.
Efisiensi
Chief Executive Officer Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyebut integrasi tersebut ditujukan untuk menghilangkan duplikasi kerja dan mempercepat layanan.
“Ketika kilang, distribusi, logistik, dan pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kami dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang lebih andal,” kata Simon dalam pernyataan perusahaan yang dikutip Reuters, Rabu (4/2/2026).
Langkah ini sekaligus menandai perubahan desain organisasi hilir Pertamina. Sebelum integrasi, fungsi kilang, pelayaran/logistik, serta trading-distribusi berada dalam pengelolaan entitas yang berbeda. Dengan penyatuan ke dalam satu sistem, Pertamina menargetkan koordinasi operasi dari hulu proses hilir—mulai perencanaan produksi kilang, pengaturan pengiriman, manajemen stok, hingga distribusi dan pemasaran—menjadi lebih terhubung.
Pertamina menekankan, integrasi ini dilakukan untuk memperkuat efisiensi operasional dan ketahanan pasokan energi nasional.
Mengutup laporan ANTARA pada Kamis (5/2/2026), penyatuan tersebut diklaim untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat kepastian pasokan energi, serta mempercepat koordinasi antarfungsi di sektor hilir.
Pembaruan Direksi
Sejalan dengan restrukturisasi hilir itu, susunan direksi Pertamina (holding) juga diperbarui.





