Mahasiswa ITS merancang rompi pintar berbasis IoT untuk melindungi lansia dari risiko jatuh.
Kekhawatiran terhadap keselamatan lansia di tengah meningkatnya populasi usia lanjut mendorong sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi rompi pintar berbasis Internet of Things (IoT) dan Deep Learning. Inovasi tersebut diberi nama SAFE (Smart Assistive Fail-detection Equipment).
SAFE dirancang untuk mendeteksi risiko jatuh, mengenali rintangan berbahaya, serta memantau aktivitas harian lansia secara real-time. Perangkat ini ditujukan sebagai solusi proteksi adaptif di tengah keterbatasan mobilitas lansia dan minimnya rasio pendamping atau caregiver.
Rompi pintar tersebut dikembangkan oleh tim mahasiswa Departemen Teknik Biomedik ITS, yakni Faris Akbar, Ahmad Farhat, dan Katherina Agatha. Ketiganya bekerja di bawah bimbingan dosen Muhammad Adib Syamlan ST MT.
Sistem Proteksi Berbasis Sensor dan AI
Faris Akbar menjelaskan, sistem SAFE dibangun dari kombinasi perangkat keras dan kecerdasan buatan. “Dari sisi teknis, sistem proteksi lansia ini terdiri atas sensor IMU, Raspberry Pi 5, GPS Neo BM, kamera, dan aktuator getar,” ujarnya, dikutip Kamis (8/1/2026).
Rangkaian tersebut memungkinkan rompi memberikan peringatan getar kepada pengguna serta mengirim notifikasi lokasi berbasis GPS kepada caregiver hanya dalam hitungan detik. Perangkat ini juga didukung algoritma Deep Learning untuk mendeteksi jatuh, rintangan, dan aktivitas harian secara otomatis.





