DLH Surabaya memastikan fenomena ikan “mabuk” di Sungai Kalimas disebabkan kadar oksigen terlarut (DO) yang anjlok hingga hanya 1,5, jauh di bawah batas aman ekosistem air.
Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat menanggapi fenomena munculnya ikan yang tampak “mabuk” di saluran Banyu Urip dan Sungai Kalimas. Tim Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (PPKLH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung turun ke lokasi untuk mengukur parameter kualitas air seperti DO (Dissolved Oxygen), pH, TDS (Total Dissolved Solids), dan suhu.
Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, membenarkan bahwa gejala ikan tampak lemas atau stres ini kerap muncul saat pergantian musim. Menurutnya, perubahan suhu dan kandungan air yang ekstrem bisa mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
“Kuat dugaan penyebab kejadian ini adalah penurunan drastis kadar oksigen terlarut (DO) dalam air sungai,” terang Dedik, Kamis (30/10).
Kadar Oksigen Hanya 1,5, di Bawah Standar Ideal
Hasil uji laboratorium DLH memperkuat dugaan tersebut. Dari pengambilan sampel di lokasi, kadar oksigen terlarut tercatat hanya 1,5, padahal standar ideal DO air sungai minimal 3.
“Kami sudah melakukan uji laboratorium dan hasilnya kadar DO-nya sangat rendah,” imbuh Dedik.
DLH menegaskan akan terus melakukan pemantauan kualitas air secara berkala dan menyiapkan langkah mitigasi agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.
Imbauan: Jaga Sungai, Jangan Buang Sampah
Dedik juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan dan ekosistem sungai.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah, khususnya sampah rumah tangga dan limbah lainnya, ke sungai. Kebersihan sungai adalah tanggung jawab kita bersama,” pesannya.
Ahli ITS: Polutan Organik Jadi Pemicu
Sementara itu, Prof. Dr. Harmin Sulistiyaning Titah, dosen Departemen Teknik Lingkungan ITS, memperkirakan fenomena ikan “mabuk” ini disebabkan oleh penurunan drastis kadar DO akibat polutan organik.
“Ketika musim hujan tiba, polutan yang mengendap selama musim kemarau terangkat. Ini mengurangi kandungan oksigen dalam air, membuat ikan-ikan kekurangan oksigen dan naik ke permukaan untuk bernapas,” jelasnya.





