Acil Bimbo Tutup Usia, Wariskan Lagu Abadi dan Cinta Budaya Sunda

Acil Bimbo dan Istri. - Koleksi Keluarga ini diambil tahun 1990-an akhir (1997/1998).
Musisi legendaris sekaligus budayawan Sunda, Acil Bimbo, wafat di usia 82 tahun. Warisannya bukan sekadar lagu, tapi juga pesan menjaga alam dan kearifan lokal.

__________

Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Darmawan Dajat Hardjakusumah, atau akrab disapa Acil Bimbo, meninggal pada Senin, 1 September 2025, pukul 22.13 WIB di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Kabar itu pertama kali disampaikan keponakannya, Achi Hardjakusumah, lewat unggahan Instagram.

Lahir di Bandung pada 20 Agustus 1943, Acil dikenal sebagai motor grup musik Bimbo bersama Sam, Jaka, dan Iin Parlina. Sejak berdiri pada 1966, Bimbo melahirkan deretan lagu legendaris: Sajadah Panjang, Melati dari Jayagiri, Tuhan, Rindu Rosul, hingga Ada Anak Bertanya pada Bapaknya.

Bacaan Lainnya

Namun, kiprah Acil tak berhenti di panggung musik. Ia aktif sebagai budayawan, memimpin LSM Bandung Spirit, dan membina berbagai organisasi sosial. Dalam forum budaya, ia kerap mengingatkan pentingnya menjaga jati diri Sunda yang mulai terkikis zaman.

“Masyarakat Sunda kekurangan rujukan sejarah karena dominan budaya lisan. Mereka juga kurang gemar membaca,” ujarnya, dalam sebuah diskusi di Tasikmalaya pada 2009.

Ia menilai bangsa ini tengah “sakit keras” akibat lunturnya nilai-nilai lokal, seperti someah dan gotong royong yang tergantikan sikap individualistis. Lewat prinsip ngajaga lembur, akur jeung dulur, dan panceug dina galur, Acil mengajak masyarakat kembali pada akar budaya.

Kecintaannya pada lingkungan juga nyata. Pada 2010, ia vokal menyoroti kerusakan hutan di kawasan Bandung Utara. Baginya, pembangunan tidak boleh mengorbankan alam dan warisan budaya. Ia pun aktif dalam Forum Penyelamat Hutan Jawa, mengawal kelestarian hutan bersama para aktivis lintas daerah.

Di masa pandemi, Bimbo merilis lagu Corona yang sempat viral karena nuansa klasiknya. Lewat karya-karyanya, Acil menanam pesan cinta alam, tanggung jawab, dan spiritualitas.

Wilujeng angkat, Acil. Warisanmu bukan hanya lagu abadi, tapi juga semangat menjaga bumi dan budaya yang tetap relevan hingga kini. ***

Pos terkait