Immanuel Ebenezer alias Noel terjaring OTT KPK dalam dugaan pemerasan sertifikasi K3. Kariernya melompat dari jalanan ke kursi wamen, dengan jejak politik yang berliku.
__________
Noel kembali jadi sorotan. KPK menangkapnya lewat operasi tangkap tangan. Dugaan kasusnya pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penangkapan berlangsung Rabu malam, 20 Agustus 2025. Pemeriksaan masih berjalan di Gedung KPK.
Fitroh Rohcahyanto membenarkan OTT ini. Ia menegaskan perkara K3 ini berbeda dengan kasus pemerasan TKA yang juga ditangani KPK. Total ada sepuluh orang yang diamankan. Sejumlah barang disita. Uang, puluhan mobil, hingga sebuah motor Ducati.
Ruang-ruang K3 di Kemnaker disegel. Kantor riuh oleh kabar penangkapan. Aparat bolak-balik mengamankan dokumen. Situasi kantor terpantau tegang.
Nama Noel bukan baru hari ini. Ia tumbuh dari gerakan mahasiswa 1998. Ikut menekan Orde Baru. Lalu merapat ke barisan relawan Jokowi. Ia memimpin Jokowi Mania (Joman) di Pilpres 2019.
Setelah Jokowi menang, Noel masuk BUMN. Ia menjabat Komisaris Utama PT Mega Eltra, anak usaha Pupuk Indonesia. Tak lama. Maret 2022, ia dicopot lewat RUPSLB. Pencopotan itu ramai dibaca publik sebagai buntut kesaksiannya yang meringankan Munarman di pengadilan.
Arah politik Noel berbelok di 2024. Ia mendirikan Ganjar Mania. Lalu menarik dukungan. Pindah haluan ke Prabowo Subianto. Joman pun berubah bendera menjadi Prabowo Mania 08. Deklarasi dilakukan di Kertanegara.
Pasca kemenangan Prabowo, Noel mendapat kursi Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Ia juga dipercaya duduk sebagai komisaris di Pupuk Indonesia (Persero). Sorotan melekat. Gaya blusukannya keras. Kamera selalu menyertai sidak.
Ia lantang soal penahanan ijazah pekerja. Ia tampil di pabrik tekstil Sritex, menjanjikan penyelamatan dari ancaman PHK ketika perusahaan di ujung pailit. Pernyataannya tentang manipulasi data BHR oleh aplikator ojol juga memantik perdebatan. Narasi ketegasan jadi identitasnya. (Keterangan latar karier publik Noel diolah dari rekam jejak pemberitaan dan profilnya.)
Kini semua berbalik. Dari panggung sidak ke ruang pemeriksaan. Dari klaim pembela pekerja ke sangkaan pemerasan. KPK menelusuri aliran uang dalam layanan sertifikasi K3. Jejak sitaan berbicara banyak. Proses hukum akan menentukan.
Publik menunggu sikap pemerintah. Kemnaker masih bergeming. KPK bekerja dengan ritme khas OTT: senyap, cepat, kemudian terang-benderang. Sementara itu, riwayat politik Noel—dari aktivis 98, relawan Jokowi, hingga loyalis Prabowo—mendadak disorot ulang. Garis lurusnya patah di perkara K3.
Catatan waktu: Perkembangan terakhir per Kamis, 21 Agustus 2025, siang WIB, Noel masih diperiksa intensif di KPK. Detail perkara dan pihak lain yang terlibat menunggu diumumkan resmi.***





