Sebuah Akun Instagram Bernama NSA Menyebut Kematian Arya Daru Pembunuhan Terencana, Bukan Bunuh Diri

Rekaman CCTV aktivitas Arya Daru di malam sebelum ditemukan tewas. | FOTO: Tangkapan Layar Video Istimewa
Sebuah akun Instagram yang menamakan diri NSA-RI menyebut diplomat muda Arya Daru Pangayunan tewas dibunuh secara sistematis. Diplomat muda itu disebut tengah mengusut jaringan penyelundupan manusia di Amerika Latin, sebelum ditemukan tak bernyawa.

__________

National Security Agency of Republic Indonesia (NSA-RI)—akun Instagram itu—menyebut kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), bukan kasus bunuh diri. Akun ini menegaskan Arya menjadi korban pembunuhan terencana dan sistematis.

Dalam unggahan Instagram @nationalsecurity.id pada Kamis, 24 Juli 2025, NSA menyatakan Arya tengah mengusut jaringan penyelundupan manusia dan eksploitasi tenaga kerja Indonesia di Amerika Latin. 

Bacaan Lainnya

“Arya menyebut keterlibatan oknum pejabat lokal Brasil dan jaringan mafia internasional dalam skema penyelundupan manusia,” tulis NSA dalam laporan berjudul Tugas Terakhir Diplomat Muda Kemenlu RI Arya Daru Pangayunan.

NSA juga mengungkap Arya mengirim memo diplomatik rahasia kepada Direktorat Perlindungan WNI, Desk Amerika Latin, dan Biro Hukum dan HAM Kemlu pada awal Juni 2025. Memo itu merinci temuannya dalam kasus eksploitasi pekerja migran di Brasil, Suriname, dan Paraguay.

Menurut NSA, Arya menerima banyak laporan dari LSM HAM internasional dan diaspora Indonesia terkait praktik tidak manusiawi terhadap para pekerja migran. 

“Ini bukan kasus biasa. Arya sedang menangani skema besar perdagangan manusia dan dibungkam secara sistematis,” tulis NSA lagi.

Kolase tangkapan layar unggahan akun Instagram NSA. | FOTO: Tangkapan Layar Instagram @nationalsecurity.id

Pernyataan NSA ini bertolak belakang dengan hasil analisis Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), yang menilai tidak ada unsur pidana dalam kematian Arya. Kompolnas menyatakan kematian terjadi karena kehabisan napas dan tak ditemukan jejak keterlibatan orang lain.

Kriminolog UI Adrianus Meliala juga menyimpulkan peristiwa ini kemungkinan besar kasus bunuh diri. Namun, berbagai temuan yang belum diungkap ke publik menyisakan ruang tafsir lain.

Sedangkan sosiolog kriminalitas UGM, Soeprapto, meragukan dugaan bunuh diri. Ia menyoroti fakta bahwa Arya sempat naik ke rooftop Gedung Kemlu sebelum ditemukan tewas. Ia mendesak polisi mendalami isi tas, bungkusan plastik, dan hilangnya ponsel Arya.

“Jika bunuh diri, tekanan dari siapa? Apakah plastik itu berisi zat pelumpuh? Semua itu harus diurai,” ujar Soeprapto, Ahad, 27 Juli 2025.

Polri hingga kini belum menyimpulkan secara resmi penyebab kematian Arya, meski sudah mengumpulkan bukti dari 20 titik CCTV, pemeriksaan 15 saksi, serta mengamankan barang-barang pribadi Arya di tangga darurat menuju rooftop Gedung Kemlu.***

Pos terkait