Pemkot Surabaya mempermudah layanan perizinan melalui sistem daring. Inovasi ini diklaim mendorong investasi naik jadi Rp7,71 triliun dan melahirkan lebih dari 119 ribu pelaku usaha baru.
___________
Pemerintah Kota Surabaya mempercepat layanan perizinan usaha melalui sistem daring. Proses kini bisa diakses penuh lewat dua situs resmi, yaitu oss.go.id dan sswalfa.surabaya.go.id.
“Seluruh proses dari pendaftaran hingga penerbitan izin kini tanpa tatap muka,” kata Plt. Kepala DPMPTSP Surabaya, Lasidi, Selasa, 22 Juli 2025.
Menurut Lasidi, sistem daring ini menutup peluang percaloan dan gratifikasi. Masyarakat atau pelaku usaha cukup mengakses aplikasi menggunakan akun pribadi.
“Tanpa biaya, kecuali yang dikenakan retribusi dan pajak sesuai perda,” tegasnya.
Pendampingan juga tersedia. Jika ada kekurangan dalam dokumen, petugas akan mengarahkan tanpa perlu mengulang proses dari awal.
Semua proses diawasi melalui dashboard kepala daerah. Waktu pengurusan dipangkas menjadi 1–4 hari kerja tergantung jenis izin.
Pemkot Surabaya juga menyediakan kanal pengaduan. Warga bisa langsung melapor ke wali kota. “Setiap aduan wajib dijawab maksimal dalam 1×24 jam,” ujar Lasidi.
DPMPTSP juga menyiagakan petugas dari berbagai dinas teknis di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola. Hal ini memudahkan pemohon dalam konsultasi teknis secara langsung.
Untuk menarik investor, Pemkot menggulirkan sejumlah inovasi:
- Klinik Investasi, pusat konsultasi dan pendampingan izin.
- Lapis Lupis, bantu selesaikan kendala investasi dan laporan LKPM.
- Pesona Buaya, layanan jemput bola izin usaha UMKM.
- Wani Ngurus Izin, konten edukasi izin di media sosial.
- Takon Sobat, layanan konsultasi via WhatsApp.
- Si Pintar, chatbot perizinan interaktif.
Inovasi ini diklaim membuahkan hasil. Menurut data BKPM, investasi di Surabaya melonjak 16,8 persen dari Rp6,53 triliun pada triwulan IV 2024 menjadi Rp7,71 triliun pada triwulan I 2025. Total pelaku usaha baru: 119.603.
Lima sektor penyerap terbanyak adalah:
- Perdagangan besar dan eceran
- Industri pengolahan
- Akomodasi dan makan-minum
- Penyewaan dan jasa penunjang
- Konstruksi
Pusat pertumbuhan tersebar di Tambaksari, Sawahan, Wonokromo, Kenjeran, dan Gubeng.





