Ruwatan Negara Digelar di Kediri, Surat Resmi Telah Disampaikan ke Presiden Prabowo

Ketua Harian Situs Persada Sukarno R Kushartono menunjukkan surat yang dikirim kepada Presiden Prabowo Subianto. Foto:Dok SF
Bumi Kediri bakal jadi saksi gelaran akbar bertajuk Ruwatan Negara Menyambut Indonesia Mercusuar Perdamaian Dunia. Acara ini diinisiasi oleh Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA Indonesia), Situs Persada Sukarno, serta komunitas lintas agama. Tak main-main, panitia telah menyerahkan surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
_________________

Ruwatan ini bertujuan mendoakan Indonesia agar tampil sebagai mercusuar perdamaian dunia. Selain itu, kegiatan ini juga jadi bentuk rasa syukur atas hari lahir Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diperingati pada Agustus mendatang.

R. M. Kuswatono, SE, M.Si, salah satu perwakilan panitia, menyampaikan bahwa surat telah diterima baik oleh Sekretariat Negara. “Kami baru saja pulang dari Jakarta setelah menyerahkan surat kepada Bapak Presiden Prabowo. Alhamdulillah, kami diterima dengan baik di Sekretariat Negara. Surat ini dikirim atas nama Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia,” ujar Kuswatono, Selasa, 22 Juli 2025.

Ia menegaskan, agenda ini perlu disampaikan langsung kepada Presiden karena menyangkut hajat besar bangsa. “Ini persoalan negara. Kami merasa perlu menyampaikan langsung kepada Kepala Negara Republik Indonesia. Harapan kami, Istana bisa memberikan arahan agar kegiatan ini memberi dampak positif bagi bangsa,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Dalam surat tersebut, panitia menyampaikan tiga alasan utama pentingnya ruwatan saat ini:

  1. Kekhawatiran terhadap meningkatnya konflik global dan ancaman perang nuklir, seperti yang juga pernah diungkap Presiden Prabowo.
  2. Posisi strategis Indonesia secara geopolitik yang rawan terdampak konflik, namun juga punya potensi kuat menjadi penjaga perdamaian global, selaras dengan politik luar negeri bebas aktif.
  3. Peran historis Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia, seperti Konferensi Asia-Afrika 1955 yang melahirkan Dasasila Bandung dan menginspirasi Gerakan Non-Blok.

“Berdasarkan fakta sejarah dan realitas geopolitik tersebut, kami yakin Indonesia mampu menjadi mercusuar perdamaian dunia. Seperti mercusuar yang menuntun kapal agar selamat dari bahaya, Indonesia diharapkan menjadi penuntun perdamaian global,” terang Kusuma Hartana, Ketua Harian Situs Persada Sukarno Kediri.

Pos terkait