Menu MBG di sekolah-sekolah Tambakboyo ditemukan mengandung belatung. Camat minta penyedia perbaiki mutu dan kebersihan agar kasus tak terulang. SPPG belum beri klarifikasi.
__________
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SMA dan SMK di Tambakboyo, Tuban, bikin geger. Pada Senin, 14 Juli 2025, sejumlah siswa menemukan belatung hidup di dalam lauk ayam. Video kejadian ini pun viral di media sosial.
Camat Tambakboyo, Ari Wibowo Waspodo, angkat bicara. Ia membenarkan temuan tersebut dan menyebut kasus terjadi di hari pertama masuk sekolah.
“Ada lima laporan. Dua dari SMKN Tambakboyo, dua dari SMAN 1 Tambakboyo, dan satu dari SMPN 1 Tambakboyo,” jelas Ari, Rabu (16/7). Ia menambahkan, “Yang ada belatungnya itu ditemukan di lauk daging ayam di SMKN Tambakboyo.”
Meski mengejutkan, Ari memastikan tidak ada laporan siswa yang sakit usai mengonsumsi makanan tersebut. “Sampai saat ini belum ada (laporan siswa mengeluh sakit perut),” katanya.
Program MBG di Kecamatan Tambakboyo sendiri baru berjalan dua hari. Namun insiden ini langsung memunculkan kekhawatiran tentang kualitas penyajian makanan di lapangan.
Ari mendesak pihak penyedia MBG, dalam hal ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Tambakboyo, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Ke depan saya berharap penyedia agar mengecek lagi dengan teliti, semakin higienis lagi, sehingga pelaksanaan ke depan tidak ada keluhan di beberapa titik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kontrol kualitas yang ketat sebelum makanan didistribusikan ke siswa. “Jangan sampai program baik ini malah menciptakan masalah baru,” tegas Ari.
Hingga berita ini ditulis, pihak SPPG sebagai penyedia program belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan belatung tersebut.
Program MBG merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi siswa sekolah secara merata. Namun insiden seperti ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap implementasinya.
Masyarakat kini menunggu klarifikasi dan langkah tegas dari pihak penyelenggara, agar insiden serupa tidak kembali terjadi.***





