Diplomat Arya Daru Hendak Pindah ke Finlandia – 7 Juli Malam Belanja, 8 Juli Ditemukan Tewas

Almarhum Arya Daru Pangayunan. | TANGKAPAN LAYAR dari Facebook
Arya Daru, diplomat muda RI, disebut masih belanja keperluan pindah ke Finlandia pada 7 Juli. Keesokan paginya, 8 Juli, ia ditemukan tewas. Keluarga minta publik kawal pengusutan kasus ini hingga tuntas.

__________

Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri, ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa pagi, 8 Juli 2025. Wajahnya terlakban. 

Namun hasil pemeriksaan awal polisi tak menemukan tanda kekerasan atau kehilangan barang.

Bacaan Lainnya

Yang tragis, menurut Meta Bagus, kakak ipar Daru,  Daru masih sempat berbelanja di Grand Indonesia (GI) pada Senin, 7 Juli 2025 malam—atau semalam sebelum dia ditemukan tewas pada 8 Juli. Kata Bagus—sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia—Bagus membeli pakaian dan perlengkapan pribadi untuk keberangkatan ke Helsinki, Finlandia.

Semua sudah dikemas. Tiket dan visa keluarga siap. Mereka tinggal menunggu hari keberangkatan.

“Dia belanja baju, dasi, dan keperluan lain karena sebagian barang sudah masuk koper,” kata Meta Bagus, kakak ipar Daru, saat ditemui di kediaman keluarga di Banguntapan, Bantul (15/7)—sebagaimana dilansir CNN Indonesia. “Persiapannya nyaris 100 persen. Tinggal berangkat.”

Bagus juga menceritakan, dia tahu Daru belanja di GI karena selama belanja itu dia masih terhubung dengan istrinya, Meta Ayu Puspitranti atau Pita. Tapi, sejak pukul 21.00 WIB, menurut bagus, Pita sudah mulai putus kontak dengan Daru.

Daru, 39 tahun, akan bertugas di Kedutaan Besar RI di Helsinki. Kali ini, untuk pertama kalinya, ia berangkat bersama istri dan dua anaknya. Keluarga menyambut penempatan ini dengan sukacita. Anak-anaknya pun sudah lulus sekolah, sehingga bisa langsung ikut.

Menurut Bagus, Daru dan istrinya, Meta Ayu Puspitranti, bahkan telah menjual semua kendaraan mereka. Mereka tak berencana kembali dalam waktu dekat. Anak-anak sudah direncanakan bersekolah di Finlandia.

Namun takdir berkata lain. Keesokan paginya, Daru ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya. Polisi menyebut sidik jari Daru ditemukan pada lakban yang melilit wajahnya. Tapi sampai kini, penyebab pasti kematiannya masih misteri.

Keluarga kini dalam kondisi terpukul. “Anak-anak belum cari sekolah karena semua sudah disiapkan untuk pindah. Istrinya juga sangat kelelahan,” kata Bagus.

Keluarga berharap publik ikut mengawal proses hukum agar tidak ada yang ditutup-tutupi. “Ini bukan hal ringan. Kami masih berduka. Tapi kami juga ingin ada kejelasan dan keadilan,” tegasnya.

Penyelidikan kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Kapolda Irjen Karyoto menyatakan hasil autopsi lengkap akan keluar dalam waktu sekitar satu pekan. Pemeriksaan mencakup toksikologi, histopatologi, dan patologi forensik.***

Pos terkait