Jumlah Desa Rawan Bencana di Jatim Melonjak Dua Kali Lipat

Ilustrasi | Samudrafakta
Lonjakan jumlah desa rawan bencana di Jawa Timur jadi alarm keras bagi semua pihak: bencana kini mengintai wilayah-wilayah yang sebelumnya dianggap aman. Waspada tak lagi cukup—perlu kesiapsiagaan nyata.

__________

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat lonjakan tajam jumlah desa rawan bencana. Hingga akhir 2024, jumlahnya meningkat drastis dari 2.742 menjadi 5.254 desa.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa perubahan ini disebabkan oleh kondisi terbaru di lapangan. Banyak desa yang semula aman kini masuk dalam kategori berisiko tinggi akibat bencana yang mulai sering terjadi dan alih fungsi lahan.

Bacaan Lainnya

“Kami perbarui data setelah koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota. Banyak desa yang dulu tidak rawan, sekarang justru sering terdampak bencana,” ujar Gatot, Selasa, 1 Juli 2025.

Ia mencontohkan Trenggalek, yang dulunya tak pernah mengalami longsor, kini rutin dilanda bencana tersebut. Status wilayah pun naik menjadi daerah risiko tinggi.

Fenomena serupa juga terjadi pada banjir. Beberapa daerah yang dulu bebas genangan, kini rutin tergenang air akibat perubahan iklim dan pembangunan yang tidak ramah lingkungan.

“Karena kondisi lapangan berubah, data pun harus disesuaikan agar penanganan bencana bisa lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Sebagai respon, BPBD Jatim akan memperluas pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di daerah-daerah rawan. ***

Pos terkait