Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi dengan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) menciptakan teknologi pascapanen, yakni MCD atau mobile corn dryer dan mesin jemur dehidrator. Kedua inovasi teknologi ini diklaim dapat menekan kerugian petani dengan menjaga kualitas produk dari pertanian, peternakan, dan perikanan.
__________
MCD dan mesin jemur dehidrator ini dipamerkan pada peluncuran Program Strategis Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), di Hall Indoor Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Kamis, 15 Mei 2025 lalu. Pameran itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Dilansir dari itb.ac.id, MCD adalah alat pengering jagung portabel yang berperan penting dalam penanganan pascapanen. Alat ini diklaim dapat mengeringkan hasil panen petani jagung dengan lebih cepat, terprogram, dan mudah.
Dengan sedikit penyesuaian, alat ini disebut dapat digunakan untuk komoditas pertanian lainnya. Piranti ini menjadi penting bagi petani, karena kadar air yang tinggi pada hasil panen sering menjadi hambatan dalam penyimpanan dan distribusi.

Dengan jagung yang dikeringkan, petani tetap mendapatkan kualitas jagung yang baik dan homogen, serta dapat tersimpan lebih lama tanpa mengurangi kualitasnya. Jika harga jatuh, petani masih dapat menyimpan jagung kering lebih lama untuk menunggu harga kembali normal.
Alat ini memiliki kecepatan pengeringan 10 persen untuk kapasitas 1 ton/jam, dapat beroperasi meski kurang dari 3 ton jagung, mampu beroperasi 10 jam non-stop, dan operasional cukup dilakukan dua orang.
Sementara mesin jemur dehidrator adalah alat pengering untuk sejumlah komoditas seperti kunyit, bengkuang, ubi, raspberi, cabai, ikan, hingga jahe.
Alat ini menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi untuk pengolahan pertanian, peternakan, dan perikanan, karena durasi panas yang terbatas, kontaminasi, dan kualitas produk yang tidak konsisten jika bergantung pada pengeringan secara tradisional dengan cahaya matahari.
Mesin jemur dehidrator memiliki sejumlah keunggulan, yang menjadikan umur simpan produk lebih panjang; kualitas rasa, tekstur, dan kandungan gizi yang tetap terjaga; produk minim terbuang karena dapat diolah menjadi produk kering bernilai jual tinggi; membuka akses ke pasar baru bahkan ekspor; dan berpeluang menghasilkan lebih banyak varian produk.
Selain efisien, alat ini minim panas yang terbuang ke lingkungan, menjadikannya solusi ramah energi untuk para pelaku UMKM yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian dan makanan kering.





