
Dua alat ini bakal didistribusikan oleh PT Rekacipta Inovasi ITB, dan sudah digunakan di 11 provinsi di Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, dan Kalimantan.
Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Zulfiadi, mengatakan bahwa ITB tidak hanya fokus pada pengembangan keilmuan, tetapi juga berupaya menjadi institusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“ITB mendukung terciptanya ekosistem inovasi yang bermanfaat. Kami terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, perusahaan, dan industri, agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti di laboratorium, tetapi hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
ITB mendorong pemanfaatan teknologi sebagai tulang punggung penguatan ekonomi lokal. ITB akan terus menjalin kemitraan lintas sektor demi menciptakan solusi-solusi nyata yang relevan dan berkelanjutan. Melalui integrasi berbagai keilmuan, inovasi, serta pengabdian masyarakat, ITB bertekad hadir sebagai penggerak perubahan di berbagai lini kehidupan bangsa. ***





