Sehari setelah ledakan besar mengguncang Pelabuhan Shahid Rajaee di Iran, kebakaran besar melanda lokasi yang sama pada hari Ahad, 27 April 2025. Akibat kebakaran ini, sedikitnya 28 orang dilaporkan tewas dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang lainnya terluka.
__________
Menurut laporan Bulan Sabit Merah Iran seperti dilansir Arab News, Pelabuhan Shahid Rajaee, yang terletak di selatan Iran, merupakan salah satu pelabuhan komersial terbesar di negara tersebut dan terletak dekat dengan Selat Hormuz. Pelayaran di selat ini merupakan jalur penting pengangkutan minyak dunia.
Ledakan yang terjadi diduga berasal dari kebakaran di depot penyimpanan bahan kimia berbahaya. Kantor bea cukai setempat mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut mungkin terkait dengan natrium perklorat, bahan utama yang digunakan dalam bahan bakar padat untuk rudal. Demikian menurut seorang sumber anonim yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran seperti diungkap The New York Times.
Sementara Pemerintah Iran melaporkan bahwa hingga Ahad malam, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 25 orang, sementara sekitar 800 orang lainnya mengalami luka-luka. Gambar-gambar dari lokasi kejadian menunjukkan asap hitam tebal yang masih mengepul, menciptakan pemandangan suram di pelabuhan yang sibuk ini.
Dampak Besar dan Upaya Pemadaman
Kebakaran yang melanda pelabuhan tersebut menghanguskan truk gandeng dan kendaraan yang ada di sekitar area ledakan, sementara darah terlihat mengotori sisi mobil yang rusak parah. Helikopter terlihat berputar-putar di langit, menurunkan air untuk memadamkan kobaran api yang masih belum terkendali.
Rekaman yang diambil dari udara memperlihatkan tumpukan kontainer pengiriman yang terbakar hebat, menciptakan kekacauan di area tersebut. Pemerintah Iran, melalui televisi pemerintah, melaporkan bahwa ratusan orang telah dipindahkan ke rumah sakit terdekat untuk menerima perawatan medis.
Sementara itu, pusat transfusi darah provinsi Hormozgan mengeluarkan seruan untuk donasi darah guna membantu para korban yang membutuhkan. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam kunjungannya ke lokasi ledakan, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan untuk mengungkap penyebab ledakan tersebut.
Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni, menyatakan bahwa semua sumber daya dari kota-kota lain, termasuk Teheran, telah dikirimkan ke lokasi untuk mendukung upaya pemadaman dan penyelamatan.
Kerusakan dan Respons Internasional
Ledakan ini tidak hanya menyebabkan kerusakan besar di pelabuhan, tetapi juga mengguncang struktur bangunan di sekitar area, dengan beberapa bangunan pelabuhan dilaporkan rusak parah akibat gelombang kejut dari ledakan tersebut.
Kejadian ini terjadi pada hari pertama minggu kerja di Iran, yang berarti pelabuhan sedang sibuk dengan kegiatan operasional. Sebagai langkah pencegahan, semua sekolah dan kantor di Bandar Abbas, ibu kota provinsi Hormozgan, diperintahkan untuk tutup pada hari Minggu guna memfokuskan sumber daya untuk upaya darurat.
Kecelakaan ini terjadi beberapa bulan setelah insiden tragis di tambang batu bara Tabas yang menewaskan lebih dari 50 orang pada bulan September 2024. Ledakan di pelabuhan Shahid Rajaee juga terjadi pada saat delegasi Iran dan Amerika Serikat sedang melakukan perundingan tingkat tinggi di Oman mengenai program nuklir Teheran, yang dilaporkan sudah mengalami kemajuan.
Pihak Uni Emirat Arab dan Arab Saudi menyatakan solidaritas dengan Iran, sementara perusahaan distribusi minyak nasional Iran menegaskan bahwa ledakan ini tidak terkait dengan fasilitas minyak yang ada di Bandar Abbas, yang saat ini beroperasi tanpa gangguan.***





