Perut Anak di Jember Penuh Cacing sampai Buncit Viral di Medsos. Apa Penyebabnya?

Cacing yang berhasil dikeluarkan dari perut bocah 3 tahun di Jember. | Dok. Istimewa
Sebuah peristiwa seorang bocah berusia 3 tahun di Jember, Jawa Timur, susah buang air besar (BAB) dan mengalami perut buncit lantaran terinfeksi cacing gelang viral di media sosial. Jadi sorotan publik karena mengagetkan banyak orang. Bagaimana penjelasan medisnya?

__________

Bocah di Jember itu mengeluhkan sulit BAB selama seminggu. Setelah dicek dokter, ternyata usus bocah itu dipenuhi cacing. Kasus ini ditangani RSD dr. Soebandi Jember sekitar enam bulan lalu. Saat ini pasien itu sudah sehat dan pulang ke rumahnya.

Menurut pakar parasitologi UM Surabaya Vella Rohmayani, cacing gelang—yang meninfeksi bocah viral itu—termasuk dalam soil transmitted helminth (STH). Parasit ini bisa menyebar atau menular melalui perantara tanah yang terkontaminasi oleh telur maupun larva cacing.

Bacaan Lainnya

“Cacing gelang, atau dikenal dengan nama ilmiah Ascaris lumbricoides, termasuk golongan Nematoda usus. Cacing ini merupakan salah satu jenis cacing STH yang paling sering menginfeksi manusia,” ujar Vella, dikutip Jumat, 18 April 2025.

Cacing parasite Soil Transmitted Helminth (STH), Dosen Prodi S.Tr Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya itu menambahkan, cacing ini bisa menginfeksi seseorang saat orang itu bersentuhan atau melakukan kontak langsung dengan tanah.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan risiko penularan penyakit ini. Misalnya, kondisi sanitasi yang kurang baik, pola hidup yang kurang bersih, dan kurangnya pengetahuan masyarakat.

Kata Vella, seseorang bisa terinfeksi kecacingan jika tak sengaja menelan telur maupun larva cacing bersama makanan maupun minuman yang kita konsumsi.

Selain itu, kebiasaan tidak menggunakan alas kaki juga dapat menyebabkan seseorang dapat terinfeksi kecacingan, karena cacing dapat menembus kulit dan masuk ke dalam tubuh.

“Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terinfeksi parasit ini, karena mereka memiliki kecenderungan bermain pasir, bermain tanpa alas kaki, dan sering kali kurang menjaga kebersihan tangan atau jarang mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan atau melakukan aktivitas lainnya,” tegas Vella lagi.

Vella menjelaskan jika infeksi kecacingan umumnya bersifat tidak mematikan. Namun, jika dibiarkan tanpa pengobatan, itu bakal menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius, seperti gangguan pencernaan, anemia, menurunan berat badan hingga kematian.

Infeksi Ascaris lumbricoides dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang serius, terutama jika menyerang anak-anak, seperti menyebabkan gangguan pencernaan yang dapat berujung pada gangguan pola pertumbuhan, anemia dan kekurangan gizi.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari infeksi parasite STH, khususnya Ascaris lumbricoides, adalah selalu menjaga kebersihan tangan, mencuci bahan makanan hingga bersih sebelum dimasak, mengonsumsi makanan yang matang, menjaga sanitasi pembuangan feses.

Juga menggunakan alas kaki, melakukan pengobatan pada penderita untuk memutus rantai penularan, serta melakukan edukasi pada masyarakat. ***

Pos terkait