Republik Durian: Cara Mantan Anggota Dewan Memulai Proyek Kedaulatan Pangan dengan Spirit Kerakyatan

Presiden Republik Durian Anna Luthfie di kebun duriannya, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. (Samudra Fakta)
Anna Luthfie mengerek bendera Republik Durian untuk mengampanyekan pentingnya menanam karena dua alasan: mencukupi kebutuhan pangan—yang mulai menunjukkan tanda-tanda krisis—dan mengayuh perputaran ekonomi.

Anna  adalah politisi dan mantan anggota parlemen Jawa Timur yang memilih “jalan ninja” demi menghidupkan gairah agrobisnis di Indonesia.

Kesadaran pulang ke pangkuan alam tumbuh setelah Anna merasakan sendiri karut-marutnya dunia politik, yang kerapkali merampas hak-hak alam dengan berbagai proyek tak masuk akal.

Dia memulai proyeknya dengan menanam durian. Rajanya buah yang punya nilai cuan ciamik.

Bacaan Lainnya

Anna getol mengajak masyarakat, terutama petani yang terzalimi harga tengkulak, juga masyarakat biasa yang perlu tambahan nafkah, untuk menanam buah istimewa ini.

Dia tak hanya mengajak, tetapi juga memberi contoh serta mengajarkan metode menanam dan merawat secara detail, untuk mendapatkan hasil terbaik.

Laboratorium sekaligus etalase proyek durennya ada di Dukuh Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Salah satu cara Anna menstimulus pertumbuhan buah duren adalah “menyervis” pohonnya, layaknya memanjakan manusia. Cara persisnya lihat di video lampiran berikut ini:

==

Dia yakin, dengan metode afirmatif itu, pohon durian akan berbuah dalam bentuk yang nyaris sempurna—nyaris, karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.

“Sama tumbuhan dan hewan saja kita cinta dan sayang, apalagi kepada Istri dan anak-anak kita, sertasaudara, tetangga, dan sesama manusia, pasti akan jauh dari cinta dan sayang,” demikian Anna berfilosofi.

“Begitu sesungguhnya ajaran agama ini diajarkan kepada umatnya yang mau berpikir, sehingga kehidupan ini akan damai, sejuk, harmonis, guyub rukun, toleran, jauh dari rasan-rasan, cekcok, pertengkaran,konflik, perseteruan, perang dan segala bentuk ketidakadilan dan penindaasan dimuka bumi ini,” imbuhnya.

Tentu masih ada beberapa tahap perawatan dan pelayanan lainnya untuk pohon—bukan hanya ‘merayunya’—agar buahnya tumbuh membawa kualitas rasa dan nilai ekonomi tinggi.

Simak metode-metode ala Anna Luthfie, Presiden Republik Durian, di Samudra Fakta. Diunggah secara berkala.

Merdeka pangan untuk Indonesia Raya!***

Pos terkait