Bencana banjir bandang disertai tanah longsor menerjang Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin, 21 Januari 2025. Hujan deras yang mengguyur sejak Senin sore memicu pergerakan tanah, menyebabkan 17 orang meninggal dunia, delapan orang hilang, dan sepuluh lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia sebanyak 17 orang dilaporkan oleh akun X @info_Jateng yang mengunggah foto berisi data jumlah korban banjir bandang dan tanah longsor. Korban terluka berjumlah 10 orang, sedangkan 8 orang dilaporkan hilang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi, seperti dilansir laman BNPB, Selasa, 21 Januari 2025, masih menyebut korban jiwa sebanyak 16 orang. Bergas mengungkapkan bahwa proses evakuasi korban terkendala cuaca buruk dan medan yang sulit dijangkau.
“Data sementara mencatat 16 korban jiwa, sementara delapan orang masih dinyatakan hilang,” kata Bergas. Sebanyak enam korban luka berat telah dirujuk ke rumah sakit terdekat, sedangkan empat lainnya dirawat di puskesmas.
Bergas menambahkan bahwa tim gabungan dari SAR, BPBD, dan relawan terus berupaya melakukan evakuasi meski hujan masih turun dengan intensitas tinggi. “Kami bekerja secara bertahap mengingat risiko longsor susulan cukup tinggi,” ujarnya.
Selain itu, longsor di Desa Kasimpar menimbun dua unit rumah dan menyeret beberapa kendaraan yang sedang melintas di wilayah tersebut. Dua unit jembatan dilaporkan rusak berat akibat bencana ini.
Selain longsor, banjir bandang juga menerjang kawasan sekitar setelah hujan deras yang mengguyur sejak Senin sore. Kerugian akibat banjir bandang masih dalam pendataan.
Merujuk prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Pekalongan masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang hingga Kamis (23/1). BNPB mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Kami mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk segera mengungsi jika terjadi hujan deras berkepanjangan,” tegas Bergas.
BNPB meminta warga yang tinggal di dekat lereng dan tebing untuk memantau kondisi tanah secara berkala. Apabila turun hujan turun terus-menerus selama lebih dari dua jam sebaiknya mengungsi ke tempat aman.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian korban hilang masih terus dilakukan. Akses jalan menuju lokasi longsor juga dalam proses pembersihan menggunakan alat berat.***





