Akun Instagram Mer-C (@mercindonesia), pada Sabtu (19/10) pukul 12.00, melaporkan bahwa tentara Israel melancarkan serangan ke berbagai rumah sakit di Jalur Gaza.
Aksi bombardir sebagai bagian dari operasi skala besar di wilayah Gaza Utara tersebut juga menyasar lantai atas rumah sakit Indonesia di Gaza Utara. Hal ini menyebabkan puluhan orang terjebak di dalam.
Setidaknya 40 pasien dan 15 tenaga medis dilaporkan terjebak dalam rumah sakit saat unggahan tersebut disiarkan.
RS Indonesia di Gaza dikepung oleh tank-tank Israel yang menembaki gedung rumah sakit. Laporan Al Jazeera, mengutip Dr. Marwan Al Sultan, serangan pasukan Israel menargetkan lantai dua dan tiga dengan peluru artileri, sehingga menempatkan staf medis dan pasien dalam risiko serius.
Serangan Israel juga menargetkan pusat medis lainnya, Rumah Sakit Kamal Adwan yang juga terletak di Beit Lahiya, Gaza Utara dan Rumah Sakit Al-Awda.
Serangan di RS Kamal Adwan menghantam pintu masuk laboratorium rumah sakit menewaskan satu orang dan melukai puluhan orang lainnya.
Sebelumnya, di kamp pengungsi Jabalia, yang telah dikepung selama lebih dari dua minggu, serangan udara Israel menewaskan 33 warga Palestina dan melukai 80 lainnya.
Operasi besar-besaran Israel di Gaza Utara ini terjadi setelah kematian Pemimpin Hamas Yahya Sinwar dalam pertempuran dengan tentara zionis di Gaza selatan.
Hamas telah mengonfirmasi kematian Sinwar, namun menegaskan bahwa perlawanan tidak akan berhenti.*





