Prabowo Subianto Djojohadikusumo dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia pada Ahad, 20 Oktober 2024 ini. Dia lahir di tengah lingkungan intelektual dan keberagaman. Diyakini merupakan keturunan dari panglima laskar Diponegoro.
Ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo, adalah seorang ekonom terkemuka sekaligus politikus Partai Sosialis Indonesia yang sempat menjadi menteri keuangan di era Sukarno dan menteri perdagangan di era Soeharto. Ibunya bernama Dora Soemitro, perempuan Kristen Protestan berdarah Minahasa.
Prabowo adalah anak ketiga dengan dua kakak perempuan bernama Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati. Adik laki-lakinya, Hashim Djojohadikusumo, juga punya peran besar dalam sepak terjangnya di dunia politik juga bisnis.

Sebagaimana dikutip dari BBC News Indonesia, keluarga Djojohadikusumo disebut sebagai keturunan Raden Tumenggung Kertanegara, panglima laskar Pangeran Diponegoro.
Masa kecil Prabowo dan keluarganya banyak dihabiskan di luar negeri, terutama ketika ayahnya disebut terlibat menentang pemerintah Presiden Sukarno dalam Pemerintahan Revolusioner di Sumatera. Latar belakang adalah pemerintah pusat terlalu mengistimewakan Jawa dibandingkan daerah lain.
Sejumlah sumber menyebutkan jika sekolah Prabowo berpindah-pindah dari Malaysia, Swiss, sampai Inggris. Keliarga Soemitro kembali ke Indonesia ketika pemerintahan Orde Lama tumbang digantikan Orde Baru.
Prabowo pun melanjutkan pendidikan ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) di Magelang, Jawa Tengah, pada 1970.
Setelah lulus, ia bergabung dengan Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassanda)—pasukan elite Angkatan Darat yang menjadi cikal-bakal Kopassus.
Ketika itu dia mendapatkan tugas menjadi komandan pleton Grup I/Para Komando, yang menjadi bagian dari pasukan operasi Tim Nanggala di Timor Timur.

Pada Mei 1983, Prabowo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi, putri dari Presiden Soeharto. Keduanya dikaruniai seorang anak, Ragowo Hediprasetyo atau lebih dikenal dengan Didiet.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2842475/original/039317100_1562053386-60819132_173709083648268_3060489586538362550_n.jpg)
Sejak pernikahan ini, karir militer Prabowo kian moncer. Pada tahun 1985, Prabowo menjadi Wakil Komandan Bayalyon Infanteri Lintas Udara 328. Lalu, pada 1991 dia menjabat Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 yang bermarkas di Cijantung.
Dua tahun setelah itu, Prabowo kembali ke pasukan khusus, yang sudah berganti nama menjadi Kopassus. Dia diangkat menjadi Komandan Jenderal Kopassus dengan pangkat Mayor Jenderal pada 1995.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F01%2F16%2F8d82e24c-f920-4eb9-b7fe-901eeeb767fe_jpg.jpg)
Pada detik-detik lengsernya Soeharto hingga Mei 1998, muncul tuduhan terhadapnya terkait penculikan sejumlah aktivis. Sampai akhirnya, dia harus diberhentikan dari dinas kemiliteran.
Pada periode ini Prabowo juga bercerai dengan istrinya.
Dewan Kehormatan Perwira (DKP) menggelar sidang pada Agustus 1998 yang hasilnya menjatuhkan sanksi administrasi kepada Prabowo berupa pemberhentian dari dinas kemiliteran.
Sidang ini terkait dengan kasus hilangnya sejumlah aktivis politik yang dilakukan anggota Kopassus dan Prabowo.

Kasus yang dinilai sejumlah kalangan ini belum tuntas ini tidak mengurai kebenarannya, dan selalu menjadi isu setiap Pemilu yang diikuti Prabowo Subianto.
Setelah berhenti dari dinas kemiliteran, Prabowo merintis usaha di Yordania dan Jerman. Setelah itu dia kembali ke Indonesia dan mendirikan Partai Gerindra pada 2008.
Di Indonesia, perusahaan yang digawangi Prabowo bergerak di bidang minyak kelapa sawit, migas, pertambangan, kehutanan, pertanian dan pulp serta perikanan.*





