Kepulangan Atlet Olimpiade Paris 2024: Kegagalan Hari Ini adalah Kesuksesan yang Tertunda

Rifda pulang ke Tanah Air dengan tongkat penyangga. Atlet senam yang baru saja mengukir sejarah tampil di Olimpiade Paris 2024 harus menjalani perawatan dokter. Foto:Kemenpora

JAKARTA – Senyum bangga dan haru menyambut kepulangan dua atlet kebanggaan Indonesia, Maryam March Maharani dan Rifda Irfanaluthfi, yang baru saja berjuang di Olimpiade Paris 2024. Kedua atlet ini disambut hangat oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), menandai akhir dari perjuangan panjang dan berliku di panggung olahraga dunia.

Judoka Maryam March Maharani, atau yang akrab disapa Rani, mendarat di Jakarta pada Selasa (30/7/2024). Rani, dengan senyumnya yang menawan, menjadi pusat perhatian saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kehadirannya di Olimpiade Paris 2024 menjadi momen bersejarah bagi cabang olahraga judo Indonesia, yang telah absen selama 12 tahun sejak terakhir kali berpartisipasi pada Olimpiade 2012.

Maryam March Maharani pulang ke Tanah Air usai bertanding di Olimpiade Paris 2024. Foto:Kemenpora

Wanita kelahiran Jakarta, 8 Maret 2000 ini, berjuang di kelas 52 kg. Meskipun harus puas di babak 16 besar setelah kalah dari wakil Kosovo, Distria Krasniqi, prestasi Rani tetap menjadi kebanggaan tersendiri. “Cukup panjang untuk bisa tampil di Olimpiade kali ini. Jujur sangat berat dan susah. Harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk bisa lolos melalui kejuaraan-kejuaraan yang ada. Perjuangan yang luar biasa sampai di titik ini dan tidak menyangka bisa sampai Olimpiade,” ungkap Rani seperti dilansir laman Kemenpora.

Perjalanan Rani dalam dunia judo dimulai sejak usia 12 tahun. Berlatih di klub judo lokal di Jakarta, ia menunjukkan dedikasi tinggi dan bakat luar biasa yang membuatnya cepat dikenal di kalangan komunitas judo. “Kenal olahraga judo itu ya di dekat rumah. Awalnya ikut-ikut saja, bahkan tadinya itu adik lebih dulu. Terus saya fokus lebih dalam hingga akhirnya masuk PPOP Ragunan. Setelahnya masuk ke Pelatnas dan keluarga mendukung. Disitu berproses dan rutin ikut berbagai kejuaraan,” kenangnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Rifda Irfanaluthfi, pesenam berbakat Indonesia, mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Kamis (1/8). Disambut oleh Kemenpora RI, Rifda yang duduk di atas kursi roda tampak penuh semangat meski cedera meniskus dan ACL yang dialaminya belum pulih sepenuhnya. “Keadaannya secara fisik memang belum pulih ya, saya berharap setelah ini bisa kembali sembuh. Setelah ini mau ketemu dokter dulu untuk terapi dan membahas recovery-nya,” ujar Rifda.

Pos terkait