PARIS – Harapan Indonesia untuk meraih medali di cabang bulutangkis Olimpiade Paris 2024 semakin menipis setelah pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tersingkir di babak perempat final. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Fajar/Rian kalah 22-24, 20-22 dari pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang.
Kekalahan ini mengakhiri langkah mereka dan meninggalkan Gregoria Mariska Tunjung sebagai satu-satunya harapan Indonesia di babak 16 besar tunggal putri. Pertandingan dimulai dengan baik bagi Fajar/Rian yang berhasil merebut poin pertama.
Namun, pasangan China segera bangkit dan memanfaatkan kesalahan yang dilakukan ganda Indonesia untuk meraih tiga poin beruntun. Pada set kedua, Fajar/Rian sempat memimpin 5-2, namun Liang/Wang berhasil mengejar hingga skor imbang 9-9 dan berbalik unggul 15-11 sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan.
Kekalahan ini mengecewakan banyak penggemar bulutangkis di Indonesia, yang tetap memberikan semangat kepada para pemain meski hasil tidak sesuai harapan. Di media sosial Instagram dan X, sejumlah netizen mengungkapkan kekecewaan mereka dan mengkritik kinerja Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di bawah kepemimpinan Agung Firman Sampoerna dan Alex Tirta.
“pasca olimpik, tolong Agung Firman dan Alex Tirta tahu diri. Belajar punya malu sedikit saja buat mundur. Terima kasih,” tulis pemilik akun @ahmadardillah dikutip dari Instagram @badminton.ina
“Prestasi Badminton INA di bawah kepemimpinan Agung Firman Sampoerna dan Alex Tirta: Asian Games 2023 (0 gelar); BWC 2023 (0 gelar); WTF 2023 (0 Gelar); Mencetak sejarah 0 wakil MS di R16 dan 0 wakil XD di quarterfinals Olympic Games!!!” tulis pemilik akun @yshmne___.
Pemilik akun @IkmahFauzan juga menyuarakan kekecewaannya dengan menulis, “Ingat BWC 2021 ditarik mundur, BWC 2022 NOL GELAR, WTF 2022 NOL GELAR.” Kritik serupa datang dari akun @fajriarchive yang menulis singkat, “anjay tumben.”
Akun @jeffrykim20 menyoroti perbandingan prestasi PBSI dari masa lalu, “London 2012 badminton Indonesia hancur lebur, lalu masuklah bapak ini mengambil alih pimpinan di PBSI dengan segala kebijakannya, hasilnya 2013 🥇2 juara dunia 2014 🥇2 Asian Games (WD pertama dalam sejarah) 2015 🥇1 juara dunia + World tour final 2016 🥇 1 Olimpiade.”





