TANGERANG – Ada kebanggaan tersendiri yang terasa di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (9/8/2024) siang itu. Gregoria Mariska Tunjung, atau yang akrab disapa Jorji, baru saja menjejakkan kaki kembali di tanah air setelah berjuang di Olimpiade Paris 2024.
Dengan medali perunggu yang menggantung di lehernya, senyumnya merekah, menyiratkan kepuasan dan rasa syukur atas perjuangannya yang tak sia-sia. Bagi Jorji, medali perunggu ini bukan hanya sekadar penghargaan. Ini adalah kado istimewa menjelang ulang tahunnya yang ke-25, yang tinggal beberapa hari lagi.
Medali ini juga menjadi bukti bahwa perjuangannya di atas lapangan bulutangkis tidaklah mudah. Apalagi, dalam laga terakhirnya, ia harus berhadapan dengan Carolina Marin, juara dunia asal Spanyol yang terkenal tangguh. Namun, takdir berkata lain ketika Marin mengalami cedera, dan Jorji pun berhak membawa pulang medali perunggu.
“Saya bersyukur atas hasil ini. Persiapan saya kali ini cukup baik, dan itu membuat saya percaya diri ketika bertanding di Olimpiade,” cerita Jorji dengan mata yang berbinar, mengingat kembali momen-momen menegangkan itu saat konferensi pers di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Jorji bukan hanya membawa pulang medali, tetapi juga harapan baru bagi sektor tunggal putri Indonesia. Ia berharap prestasinya ini bisa menjadi pemicu bagi regenerasi pemain muda di sektor ini. Menurutnya, banyak pemain tunggal putri yang berbakat dan perlu mendapatkan dukungan lebih agar bisa bersinar di panggung dunia.
“Saya merasa sekarang ini, saya yang paling senior di sektor tunggal putri. Saya berharap regenerasi bisa berjalan dengan baik, karena tren prestasi kita sekarang ini sangat positif dan membanggakan,” lanjut atlet kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, ini.
Di tengah kebanggaan ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tak ketinggalan memberikan apresiasi. Deputi Pengembangan Pemuda, Raden Isnanta, yang hadir langsung di bandara, menyampaikan harapannya agar pencapaian Jorji bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda lainnya.





