JAKARTA — Tim Ahli Cagar Budaya dan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang didampingi Ketua Harian Situs Ndalem Pojok Kediri R Kushartono, membawa kabar mengejutkan terkait sejarah Bung Karno. Dalam laporan mereka, disebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia pertama, Sukarno, lahir di Ploso, Jombang, pada 6 Juni 1902. Penemuan ini disampaikan kepada Yayasan Pendidikan Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur No. 17A, Menteng, Jakarta Pusat.
Kedatangan rombongan disambut positif oleh pihak Yayasan Pendidikan Soekarno. “Alhamdulillah, kami diterima dengan baik oleh Dr. Didik Suhariyanto, S.H., M.H., Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno sekaligus Rektor Universitas Bung Karno Jakarta. Hampir dua jam lebih kami memaparkan dan berdiskusi,” ujar R. Kushartono, Ketua Harian Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri, dikutip Senin (1/7/2024).
Menurut Kushartono, Yayasan Pendidikan Soekarno memberikan tanggapan positif, meski perlu kajian lebih mendalam.
“Secara umum prinsipnya semua menerima, sebab data dan fakta memang tidak terbantahkan. Namun, karena ini menyangkut tokoh dunia, semua harus berhati-hati. Yayasan merasa perlu membicarakan dengan keluarga Putra-Putri Bung Karno dan akan membentuk tim khusus dari Jakarta untuk mengkaji lebih dalam temuan ini,” ungkap Jamna, relawan Situs Pojok yang membantu dokumentasi.
Selain itu, Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno berjanji akan mempertemukan perwakilan Pemerintah Jombang dan Pemerintah Surabaya untuk membahas temuan ini.
“Surabaya telah menetapkan Museum Kelahiran Bung Karno di Jl. Pandean IV No. 40, Peneleh, Kec. Genteng, Surabaya, dan menetapkan 6 Juni 1901 sebagai hari lahir Bapak Bangsa. Sementara Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Jombang sedang bersiap menetapkan rumah kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang,” tambah Arif Setiawan, anggota Tim Ahli Cagar Budaya Jombang.
Selama di Jakarta, rombongan juga singgah di kantor majalah Tempo dan berkoordinasi dengan pusat data ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). “Kami sempat singgah di Kantor Majalah Tempo, sebab beberapa kali Tempo membuat liputan khusus soal Bung Karno. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Badan Arsip Nasional untuk mencari data-data Sukarno,” tambah Arif.





