87 SPPG di Surabaya Layani 207.355 Penerima MBG, Baru 36 Kantongi SLHS

SPPG di Surabaya
Pelaksanaan MBG di Surabaya. - Samudrafakta/Masruroh
Sebanyak 87 SPPG tercatat di Surabaya, melayani lebih dari 207 ribu penerima manfaat MBG. Namun, baru 36 yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Secara keseluruhan, sebanyak 36 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Gizi Nasional (BGN) Surabaya per 18 Februari 2026, tercatat ada sebanyak 87 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pahlawan. Dari jumlah tersebut, 67 SPPG telah beroperasi dan melayani masyarakat, sementara sisanya dalam proses persiapan maupun penyesuaian administrasi dan teknis.

Secara keseluruhan, sebanyak 36 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Adapun SPPG lainnya tengah didorong untuk segera melengkapi sertifikasi tersebut sebagai bagian dari komitmen menjaga mutu, keamanan pangan, serta kualitas layanan gizi yang diberikan kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya
Standar Higiene dan Pengawasan Diperketat

Ketua Satgas Pelaksana MBG Kota Surabaya yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menegaskan bahwa Pemkot Surabaya memastikan SPPG di Kota Surabaya harus memenuhi standar operasional dan ketentuan higiene sanitasi.

“Program MBG di Kota Surabaya saat ini telah menjangkau 207.355 penerima manfaat. Karena itu, kami memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai standar, terutama dalam aspek keamanan pangan dan higiene sanitasi. Koordinasi bersama BGN menjadi bagian dari upaya penguatan pengawasan dan perbaikan berkelanjutan,” ujar Lilik, dikutip Sabtu (21/2/2026).

Lilik melanjutkan, Pemkot Surabaya telah menerbitkan surat imbauan kepada yayasan dan mitra pengelola SPPG yang belum memiliki SLHS agar segera mengurus sertifikasi tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan persyaratan administrasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi di seluruh titik layanan.

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat

Lilik menambahkan, sinergi lintas sektor akan terus diperkuat, tidak hanya dalam aspek perizinan, tetapi juga terkait kesiapan tenaga kerja, keamanan pangan, hingga pemetaan sasaran penerima manfaat.

“Kami berharap koordinasi dan kolaborasi dengan Korwil BGN Surabaya semakin solid, sehingga program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kota Surabaya,” tandasnya. ***

Pos terkait