Menurut Daryono, gempa bumi M6,5 yang terjadi pukul 15.52 WIB, merupakan bagian rangkaian gempa bumi Laut Jawa M5,9 yang terjadi pada pukul 11:22:45 WIB. Hingga pukul 16.15 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 22 (dua puluh dua) aktivitas gempa bumi .
“Berdasarkan laporan dari masyarakat gempabumi M6,5 ini menimbulkan kerusakan di Pulau Bawean. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono. Berdasar laporan sementara yang diperoleh via Whatsapp, terdapat korban luka ringan 2 orang atas nama Hasi’ah (17) warga Desa/Kecamatan Tambak, Gresik. Dia terluka pada bagian kepala karena tertimpa genting. Sementara Mohayaroh (28) warga Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kota Surabaya, terluka pada bagian kaki karena tertimpa material.
Dalam laporan sementara yang dibuat BPBD Jatim menyebutkan kerusakan akibat gempa terjadi di Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik. Kerusakan terjadi pada SMAN Sangkapura, kantor desa Sungairrujing, 1 unit SD Muhammadiyah 1, 7 unit rumah, dan 1 pondok pesantren.
“Saat ini banyak warga yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena khawatir adanya tsunami,” ujar warga Dusun Daya Sungai, Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Bawean, Dini Sabrina seperti dilansir IDN Times, Jumat (23/3/2024).
Dini menyampaikan, keluarganya memilih mengungsi di Lapangan Angkasa, Dusun Daya Sungai dengan fasilitas seadanya. Selain khawatir tsunami, keluarganya takut jika ada gempa lagi bisa berpotensi terkena robohan bangunan rumah. Disamping itu juga kondisinya sekarang banyak rumah yang sudah rusak.
“Banyak rumah warga yang rusak akibat gempa yang terjadi tadi,” katanya. “Maka dari itu kami memilih mengungsi di lapangan dusun. Tempatnya di bawah bukit, apabila nanti nauzubillah ada tsunami kita bisa langsung naik ke bukit,” ungkapnya.◼︎





