BI Tegaskan Stabilitas Rupiah di Tengah Peringatan Hashim

Gubernur BI Destry Damayanti. (Tangkapan Layar YouTube BI)

BI menilai fundamental ekonomi relatif kuat dan guncangan MSCI bersifat sementara. Hashim sebelumnya memperingatkan risiko pelemahan rupiah.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan pasar keuangan. Gubernur BI Destry Damayanti menilai fundamental ekonomi Indonesia relatif kuat.

“Fokus di kita itu adalah memang menjaga stabilitas, jadi stabilitas itu adalah pertama yang harus kita jaga,” kata Destry di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Penegasan itu disampaikan setelah Destry menghadiri pembukaan Rapimnas Kadin. Ia mengakui rupiah menghadapi tekanan, tetapi menilai kondisi ekonomi relatif baik dibandingkan negara dengan karakteristik serupa.

Bacaan Lainnya

Menurut Destry, pergerakan rupiah dipengaruhi permintaan, penawaran, dan persepsi pasar. Kebijakan global juga ikut menentukan arah nilai tukar.

Guncangan MSCI Dinilai Sementara

Dalam forum tersebut, Destry menyebut peringatan MSCI mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia sebagai guncangan jangka pendek.

Ia berharap pasar dapat pulih setelah persoalan yang menjadi perhatian penyedia indeks global itu diselesaikan, sebagaimana dilaporkan Reuters.

BI menempatkan stabilitas sebagai penopang kegiatan usaha. Menurut Destry, kondisi ekonomi yang kondusif diperlukan agar sektor riil tumbuh dan membuka lapangan kerja.

Hashim Peringatkan Risiko Pelemahan

Sebelumnya, Hashim Djojohadikusumo memperingatkan risiko rupiah melemah hingga Rp21.000–Rp22.000 per USD apabila persoalan pasar modal tidak segera ditangani.

Dalam Rapimnas Kadin, Hashim menghubungkan risiko tersebut dengan penurunan kepercayaan investor dan kemungkinan berlanjutnya arus keluar modal asing.

Ia juga mengingatkan pelemahan rupiah dapat memperbesar biaya pembayaran pinjaman luar negeri. Karena itu, ia meminta pembenahan pasar modal dipercepat.

Angka yang disebut Hashim merupakan skenario risiko menurut penilaiannya, bukan kurs aktual. Adapun BI menegaskan upaya menjaga stabilitas terus dilakukan di tengah berbagai faktor yang memengaruhi rupiah.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan